Sate Gurita Warung Mek D

Sate Gurita Warung Mek D

Apakah Anda sedang liburan di Amed? Apabila anda seorang pecinta kuliner, anda wajib mencoba sate gurita ini. Warung Mek D yang berada di jalan Labasari, Abang, Karangasem ini menyajikan sate gurita yang khas dengan bumbu kuning.

Sate Gurita Warung Mek D

Selain sate gurita juga tersedia menu lainnya yaitu sup gurita, sate tuna, sate barakuda, pepes tuna dengan dilengkapi nasi atau ketupat.

Sambal sate gurita ini yang paling terkenal yang dibuat dari sambal genep, yang terdiri dari cabe, bawang merah, bawang putih dan lainnya.

Warung Mek D ini sudah terkenal dan setiap harinya selalu padat pembelinya. Dan warung ini menyediakan tempat duduk lesehan dan kursi ala restoran.

Sate Gurita Warung Mek D

1 porsi harga sate gurita, sup gurita, teh botol, kerupuk dan nasi  hanya 45.000 rupiah.

Sate Gurita Warung Mek D

Jika anda liburan ke Pantai Tulamben dari Amed memakai kendaraan Anda akan melewati warung Mek D ini, waeung ini berada di kanan jalan saat menuju ke Tulamben.

Jika anda merasa lapar dan ingin mencoba kuliner baru, silahkan mencoba sate gurita di Warung Mek D ini.

Galang Kangin Bungalow Amed

Galang Kangin Bungalow Amed

Bali bagian timur yaitu Amed terkenal akan spot-spot diving maupun snorkeling yang memukau, tahukah anda bahwa disini anda akan menemukan kemewahan di salah satu bungalow, yaitu Galang Kangin Bungalow. Jika anda ingin mencari ketenangan, tempat sepi bersantai bersama keluarga maupun pasangan anda. Galang Kangin Bungalow adalah jawabannya.

Galang Kangin Bungalow Amed

Amed adalah Desa dengan pantai yang tenang dan indah di bagian timur Pulau Bali, mungkin ada dari kalian yang bosan dari keramaian seperti Kuta dan Legian atau hingar-bingar party tiap malam. Maka dari itu, bermalam di Amed adalah pilihan saat anda berlibur di Bali.

Menginap di Galang Kangin Bungalow salah satu tempat yang menyenangkan, sesaat  tiba di lobby, suasana segar menyambut kedatangan anda dan pemandangan pantai dengan ombak yang tenang dan para nelayan yang sedang mengambil hasil tangkapannya.

Galang Kangin Bungalow Amed

Galang Kangin Bungalow mempunyai 2 tempat menginap yaitu satu di pesisir pantai dan sebelah jalan dengan suasana hijau yang dihiasi bonsai-bonsai yang indah yang dibuat langsung oleh oner Galang Kangin Bungalow.

Galang Kangin Bungalow Amed

Galang Kangin Bungalow Amed


Kesan nyaman dan tenang sangat terasa saat berada disini. Kamar termasuk sangat murah yang berkisar antara 200.000  sampai 550.000. Kamar yang dihiasi dengan ukiran Bali, dilengkapi dengan kasur yang empuk, hot shower, AC dan kipas angin. Semua kamar agak sama, cuman nggak ada bathtubnya saja.

Jangan takut lapar, di Galang Kangin Bungalow juga terdapat restoran dan setiap menginap disini juga mendapatkan breakfast, menu-menu yang disediakan terdiri dari pancake, toast and jam, boil egg, egg or banana jaffle, chicken rice porridge, buah-buahan dan kopi bali.

Galang Kangin Bungalow Amed
Galang Kangin Bungalow Amed
Galang Kangin Bungalow Amed

Dari namanya Galang Kangin Bungalow yang ditonjolkan adalah sunrise atau matahari terbit yang sangat mempesona. Maka dari itu, coba menginap disini dan rasakan suasana liburan anda dengan kenyamanan ala Galang Kangin Bungalow Amed.

Sewa Mobil Doplang di Desa Beng, Gianyar

Sewa mobil doplang di desa beng, gianyar

Anda kos di Gianyar? Dan ingin pindah kos atau pulang kampung dengan membawa barang-barang kalian dengan harga sewa pick up yang murah! Tenang saja, si ijo pick up/mobil doplang tua yang sanggup dan sedia kapan saja Anda perlukan.

Si Ijo mobil doplang yang dipergunakan untuk mengangkat segala bentuk barang yang ingin Anda bawa atau pindahkan seperti, jualan ke suatu tempat dengan membawa dagangan anda, pindah kos, dan lain-lainnya dengan jasa supir.

Si Ijo mobil doplang ini selalu parkir di jalan Kaja Kangin, Desa Beng, Gianyar. Untuk membutuhkan jasanya anda bisa menghubungi pemiliknya sekaligus supir dari si ijo ini.

Facebook : Dewa Made Suardika

Menyewakan mobil pick up daerah gianyar


Harga yang dibandrol untuk menyewa si ijo mobil doplang ini sangat murah, harga teman/saudara. Jika anda ingin menjualnya, anda harus menghubungi facebook di atas terlebih dahulu, karena si ijo termasuk pick up sibuk.

Semoga si ijo bisa membantu anda dan siap kapan saja anda perlukan!

Hidden Tukad Yeh Manis Desa Beng Gianyar


Hidden  Canon

 Selamat datang di Hidden Tukad Yeh Manis Tour, pertama-tama kami ingin mengucapkan Terimakasih banyak atas perhatian Anda dan percaya untuk membuka situs blog kami. Tukad Yeh Manis adalah sungai yang mempunyai dinding batu dengan berbentuk motif yang sangat indah karena terkikis dengan aliran air sungai selama ratusan ribu tahun untuk menciptakan sebuah karya yang membuat semua orang merasa kagum. Itulah alasan mengapa Anda harus mengunjungi Hidden Tukad Yeh Manis di Banjar Kaja Kangin, Desa Beng Gianyar, Bali.

Bali Hidden Tukad Yeh Manis adalah tempat wisata baru yang bersebelahan dengan Kanto Lampo Waterfall yang dikelola oleh pemuda lingkungan Kaja Kangin, Desa Beng. Kami dengan bangga menawarkan perjalanan ke Hidden Tukad Yeh Manis dengan beberapa tour kombinasi yaitu Batu-batu Trekking, trip ke Kanto Lampo Waterfall dan Goa Rangreng Waterfall. Kami menawarkan paket lengkap Hiden Yeh Manis dan tour kombinasi lengkap dengan transport, pemandu lokal, dengan harga terjangkau. Kami mengundang Anda untuk melakukan perjalanan yang menyenangkan di Hidden Tukad Yeh Manis.

Hidden canon

Hidddn Canon

Selain itu, kami juga memiliki paket mendaki ke tempat paling populer untuk melihat indahnya matahari terbit yaitu Gunung Berapi Batur, kami mengundang Anda dan bergabunglah dengan kami untuk perjalanan yang menakjubkan di gunung berapi aktif, Climbing Mount Batur Bali.

Untuk waktu mendaki ke gunung Batur ini mulai dari jam 01.00 AM tergantung dari dimana Anda menginap, perjalanan menuju ke atas Gunung Batur akan dipandu dengan guide lokal, sebelum menuju ke atas pemandu akan memberi informasi tentang perjalanan. Selesai trekking perjalanan akan kembali ke hotel kita akan berhenti di perkebunan kopi, dan kemudian kembali ke hotel.

Jadwal perjalanan Gunung Batur Trekking:

  • 01.00-02.30 waktu penjemputan (tergantung jauh/dekat hotel Anda). 
  • 03.45 tiba di awal Desa Toya Bungkah.
  •  06.15 tiba di puncak Gunung Batur (titik matahari terbit) 
  • 07.00 melanjutkan perjalanan mengelilingi seluruh kawah. 
  • 08.00 mulai turun ke titik akhir perjalanan kita (Desa Toya Bungkah). 
  • 09.00 tiba di Desa Toya Bungkah menuju perkebunan kopi luwak. 
  • 01.00 PM tiba di hotel. 

Penyertaan:

  • Jemput dan mengembalikan Anda ke Hotel dengan mobil AC pribadi
  • Panduan trekking pribadi dengan guide lokal yang berpengalaman dengan bahasa Inggris
  • Biaya masuk ke area Kintamani
  • Sepatu hiking atau sepatu olahraga 
  • Jaket hangat dan celana panjang
  • Ransel dan Kamera


Waktu Penjemputan:

  • Ubud: 02.30
  • Kuta, Jimbaran area: 01.40
  • Sanur: 02.00
  • Durasi trekking 4 jam
  • Suhu: 8-15ºderajat celcius (di Puncak)


Reservasi:

Untuk pemesanan harus dikirim secara tertulis mulai E-mail ke ivorytattooubudbali@gmail.com
Atau WhatsApp: +81 704 488 0131

Pemesanan harus dibuat sedini mungkin (pemesanan sedini mungkin dan akan di konfirmasi secepatnya)

Catatan:

Perempuan tidak diizinkan mendaki jika mereka hamil dan selama masa menstruasi, karena alasan Agama Hindu.

Hanya bawa apa yang Anda butuhkan, sisanya tinggalkan di hotel Anda.

Uang tunai untuk tip panduan dan driver dianjurkan.

Ketentuan Pembayaran :

Pembayaran dengan tunai, pembayaran saat itu sendiri dengan supir kami bisa.

Dapatkan harga spesial untuk pemesanan group.

Yoga Gratis di Taman Prakerti Bhuana Desa Beng

Yoga Gratis di Ubud

Yoga adalah salah satu cara untuk menyehatkan badan dalam ajaran Agama Hindu.  Banyak gerakan - gerakan bisa dilakukan oleh semua orang karena termasuk olahraga untuk kesehatan jkwa dan raga. Untuk itu, banyak komunitas yoga bisa Anda temukan di Bali seperti di Ubud dengan harga yang tidak murah. Namun, yoga gratis pun bisa Anda temukan di Taman Prakerti Bhuana, Desa Beng.

Taman Prakerti Bhuana adalah salah satu tempat yang disediakan untuk mengajak Anda untuk lebih jatuh cinta lagi pada yoga. Bukan hanya keindahan zan kenyaman yang bisa Anda dapatkan di tempat ini, struktur yang sudah pengalaman dan gratis pula.

Setiap minggunya ada tiga kali latihan yang  masing-masingnya berbeda. Tak perlu lebih dulu menjadi anggota, Anda bisa datang setiap saat.
Free yoga Ubud

Lokasi Yoga:
Jalan Gunung Agung, Desa Beng, Gianyar.

Dari Ubud hanya membutuhkan waktu 20 menit dengan mengunakan kendaraan. Selain yoga Taman Prakerti Bhuana juga menyediakan tempat untuk Peenikahan, Resepsi, Rapat dengan desain yang megah dengan harga yang relatif murah.

Yadnya Grosir Supermarket Menjual Bahan Upakara Terlengkap

Yadnya Grosir

Yadnya Grosir

Yadnya grosir supermarket beda dengan supermarket pada umumnya, supermarket yang satu ini selain menjual kebutuhan pokok seperti biasanya. Nyadnya Grosir juga menjual bahan Banten.

Ya, dari namanya saja mungkin Anda yang beragama Hindu pasti mengerti, Yadnya Grosir ini menjual segala bahan upacara Agama seperti Dewa Yadnya, Manusa Yadnya, Pitra Nyadnya, dan lainnya dari yang termudah sampai tersusah, bisa Anda membelinya disini.



Alamat Yadnya Grosir


Jalan Gunung Agung, Desa Beng, Gianyar

Dari Kuburan Desa Beng menuju ke Utara sekitar 100 m dan lokasi Yadnya Grosir ada di sebelah kiri jalan.

Selain menjual alat-alat Bebantenan Yadnya Grosir ini juga menyediakan area untuk upacara seperti pernikahan, resepsi, metatah masal dengan suasana yang indah yang dikelilingi persawahan yang hijau.
Yadnya Grosir

Yadnya Grosir

Selain keindahannya itu harga untuk paket Upacara Manusa Nyadnya dan resepsinya juga terbilang murah, nyaman dan praktis.

Relief di Desa Bitera Gianyar

Relief di Desa Bitera Gianyar

Relief di Desa Bitera Gianyar

Relief di Desa Bitera Gianyar

Relief di Desa Bitera Gianyar

Anda sedang mencari objek wisata di Bali? Ini nih ada tempat wisata menarik di kabupaten Gianyar yang bernama Relief Bitera. Tempat wisata ini bukan menawarkan keindahan alam seperti halnya pantai maupun alam pegunungan, tetapi kali ini yang akan dibahas oleh penulis ialah tempat wisata dalam bentuk seni.

Nah untuk pengertian seni sendiri tak hanya bentuk gerakan atau suara tetapi juga ada yang berbentuk seni pahat dan seni ukir hlo Guys. Relief Bitera ialah seni ukir pada zaman dahulu yang dipahat pada dinding permanen berukuran besar di Bumi Seni ( Kabupaten Gianyar). Relief Bitera ini juga disebut sebagai tempat wisata cagar budaya nasional pertapaan Gunung Kawi Bebitra.

Obyek wisata ini merupakan tempat pertapaan berbentuk lorong buntu yang membentang dari utara ke selatan yang mana terdiri dari dua dinding batu padas yang membentang dari barat sampai ke timur. Tah hanya itu Guys, di dinding sebelah barat juga ada pancoran, ceruk kecil, dan relief-relief yang unik dan di dinding sebelah timur terdapat sebuah ceruk tempat sesaji, goa-goa tempat bertapa, dan juga terdapat relief-relief lainnya.

Pertapaan ini juga menyimpan sebuah ceruk besar yang letaknya di sebelah selatan pertapaan, dan kononnya pernah digunakan sebagai tempat bertapa. Selain sebagai tempat pertapaan, tempat ini juga difungsikan sebagai tempat pertirtaan dengan airnya berasal sumber mata air di sebelah barat laut dari dinding sebelah barat.

Selanjutnya air tersebut mengalir ke pancuran yang berbentuk tonjolan dan juga dialirkan ke pancuran berbentuk Garuda melalui parit atau jaladwara. Kini kondisi daripada jaladwara yang sudah rusak, sehingga air tidak sampai ke pancuran berbentuk Garuda yang melainkan merembes ke samping.

Relief-relief di kawasan ini ( Pertapaan Gunung Kawi Bebitra ) terbagi  menjadi dua bagian diantaranya adalah:
  1. Sebelah barat dari utara berbentuk wayang dengan deskripsi berdiri tegak, tangan kiri di pinggang sementara tangan kanan diangkat dan ditekuk seolah-olah sedang bicara, telinganya beranting serta muka berbentuk bulat dan tersenyum. Lokasi relief wayang tersebut berada di antara panil utara dan tengah relief Tantri yang mana adalah kisah persahabatan antara “Lembu Nandaka” dengan “Singa Pinggala” yang dihancurkan oleh Anjing Sembada. Selain itu juga terdapat relief berbentuk Garuda dengan kaki bersila, kedua tangan dalam sikap semedi di perut, memakai mahkotha, mata melotot, dan bersayap.
  2. Relief di dinding sebelah timur berupa relief Kala Sungsang yakni raksasa terbalik yang lebih jelasnya kepala dan tangan berada di bawah dengan raut wajah seram. Sementara relief di sebelah utara bergambarkan relief Dwarapala dengan wujudnya yang seram, mata melotot, gigi besar, tangan kiri diangkat serta tangan kanan memegang sebuah senjata.

Untuk relief yang berada di sebelah selatan dari relief Kala Sungsang, dan di sebelah selatan berupa relief perwujudan laki-laki dan perempuan. Relief laki-laki digambarkan dengan tangan kanan memegang dada sedangkan tangan kiri sedang memegang perut untuk mukanya tidak begitu jelas. Sedangkan relief perempuan digambarkan kedua tangan berada di perut, rambut digulung ke atas untuk mukanya cukup cantik.
   
Asal usul Relief di Desa Bitera Gianyar

Usut punya usut cerita dari tokoh-tokoh adat Desa Bitera, bahwa Pertapaan Gunung Kawi Bebitra adalah peninggalan dari Desa Piling yang mana dipimpin oleh Mas Pahit dan patihnya bernama Wedang Serawah yang tak lain adalah sepupu Mas Pahit itu sendiri. Karena berstatus sebagai pimpinan Desa Peling, Mas Pahit tentunya sangat dihormati oleh rakyatnya.

Selain itu Mas Pahit adalah seorang pemimpin yang tegas dan bijaksana serta tidak pilih kasih dalam menerapkan hukuman. Ketika ada suatu permasalahan, Mas Pahit memusyawarahkan dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan dengan kepentingan individu maupun kelompok.

Dalam ceritanya, tatkala itu Mas Pahit memiliki istri-istri cantik dan selalu mendampinginya dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Maka dari itulah Wedang Serawah tergoda dengan salah satu istri Mas pahit, hingga terjadilah hubungan gelap antara salah satu istri Mas Pahit dengan Wedang Serawah. Lambat laun berjalannya waktu, akhirnya hubungan tersebut diketahui oleh Mas Pahit dan terjadilah perkelahian yang berujung kekalahan pada Wedang Serawah.

Meskipun begitu Mas Pahit terus mengejar Wedang Serawah hingga terjatuh di suatu daerah yang kini dinamakan dengan Desa Marga Sengkala. Wedang Serawah terus dikejar sehingga sampai di tempat perburuan yang mana sekarang ini dinamakan dengan Desa Buruan. Tatkala itu Wedang Serawah sempat bersembunyi di suatu tempat dan sekarang dinamakan dengan Desa Celuk.

Tak cukup itu saja hlo Guys, akhirnya Mas Pahit menemukan Wedang Serawah dan lehernya dipenggal yang kini daerah tersebut dinamakan dengan sebutan Desa Semabaung. Seusai tragedi tersebut Mas Pahit kembali ke Desa Peling dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik seperti semula.

Belum diketahui secara pasti dan penyebab terbunuhnya Wedang Serawah, setelah itu terjadilah serangan wabah serangga beracun ( semut api ) yang menyerang rakyat dan merupakan awal dari kejatuhan Desa Peling. Masyarakat yang sebelumnya hidup dengan sangat damai kini tercerai berai karena takut serangan dari serangga beracun  tersebut.

Adapun peninggalan dari Desa Peling yang berupa tempat suci dan masih bisa anda lihat hingga detik ini  adalah sebagai berikut :

Piodalan  Pura Buda Ireng jatuh pada hari Buda Wage Langkir, dan Pura Puseh yang hari piodalannya jatuh pada hari Buda Umanis Medangsia, Pura Bukit Pucak Sari Bitra dan Pertapaan Gunung Kawi Bebitra, sedangkan bekas dari wilayah Desa Peling saat ini telah menjadi wilayah persawahan dengan sebutan Subak Pelengan.


NB : Relief Tantri menggambarkan kebijaksanaan dan Relief Garuda menggambarkan Ketenangan.

Guys penasaran dan ingin berkunjung ke tempat wisata nan seru yang bernama Relief Bebitra ini, yang tak lain berada di Banjar Roban, Desa Bitera, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Jika pembaca dari pusat Kota Gianyar, jarak yang akan kamu tempuh kurang lebihnya sekitar 3 km.

Rute perjalanan menuju ke lokasi :

Taman Kota Ciung Wanara Gianyar - Jalan Ciung Wanara - Gianyar ( lurus ke utara) - pertigaan yang ada traffic light (setelah Rumah Sakit Sanjiwani) - Jalan Mahendradatta ( belok kiri ) - perempatan yang ada traffic light lalu belok ke kiri ( pasar Bitera ) - sebelum Pura Bukit Bitera - jalan turunan di sebelah kiri jalan - di ujung jalannya ada anak tangga – menuruni anak tangga - Relief Bebitra.

Museum Puri Lukisan Menyimpan Seni Lukis Gaya Batuan

Museum Puri Lukisan Menyimpan Seni Lukis Gaya Batuan

Museum Puri Lukisan Menyimpan Seni Lukis Gaya Batuan

Museum Puri Lukisan Menyimpan Seni Lukis Gaya Batuan

Jalan-jalan di Bali adalah tujuan utama bagi Travelers yang ingin mendapatkan kesan liburan yang menarik, seru, dan asik. Daerah inilah yang disebut-sebut sebagai surga keindahan alam oleh wisatawan yang pernah mengunjunginya. Banyak sekali pariwisata yang bisa anda tuju ketika anda liburan disini lho Guys, jadinya tidak usah pusing-pusing untuk mencarinya.

Yuk kita bahas obyek wisata di Kabupaten Gianyar yang patut untuk dibaca informasinya, Museum Puri Lukisan adalah salah satu dari banyaknya pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Museum ini merupakan museum tertua yang mengoleksi karya seni lukis Bali tradisional dan modern, serta seni ukiran kayu.

Semua karya seni yang ada didalam Museum Puri Lukisan diletakkan pada bangunan yang berbeda di komplek museum tersebut. Bayangkan saja, untuk melihat semua dari hasil seni di museum ini, setidaknya harus memerlukan waktu kurang lebihnya sekitar 2 jam. Koleksi-koleksi lukisan yang tersimpan rapi tersebut bergaya lukis Batuan, gaya lukis Sanur, dan juga gaya lukis Ubud.

Obyek wisata kali ini sangat cocok bagi anda yang menyukai dengan seni rupa lukisan, intinya banyak sekali lukisan yang unik, menarik. Setelah berada di kawasannya siap-siap untuk dibuat kagum dan enggan untuk angkat kaki.

Lokasi Museum Puri Lukisan berada di Jalan Raya Ubud, Desa campuhan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, provinsi Bali, Indonesia.

Museum Puri Lukisan buka setiap hari kecuali hari raya mulai  dari pukul 09:00 – 18:00 WITA, sementara tiket masuknya dibanderol Rp 75.000 / orang dewasa yang mana sudah termasuk minuman segar dan kue.

NB : khusus untuk anak-anak berumur di bawah dari 15 tahun yang berkunjung bersama orang tua, tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Wenara Padang Tegal, Ubud

Wenara Padang Tegal, Ubud

Wenara Padang Tegal, Ubud

Wenara Padang Tegal, Ubud

Pariwisata di Bali ada-ada saja sensasinya, mulai dari yang unik, menarik, langka, seni, budaya, alam, hingga yang seru pun semuanya ada. Di Kabupaten Gianyar ada sebuah hutan kecil yang dihuni ratusan kera dan ramai dikunjungi oleh wisatawan hanya untuk menikmati sejuknya udara serta tak jarang pula yang ingin melihat tingkah lucu an lugunya kera-kera tersebut.

Perlu diperhatikan ya Guys, meskipun kera ini berada di alam bebas cukup jinak jika diajak bermain maupun kegiatan seru lainya. Oh iya nama dari pada tempat wisata nan mengasyikkan ini adalah Wenara Wana dan sering disebut juga dengan nama Hutan Monyet Ubud. Kawasan wisata ini memiliki areal seluas sekitar 27 hektar yang berisikan setidaknya 115 pohon yang beraneka jenis.

Obyek wisata ini juga merupakan sebuah cagar alam serta kompleks candi-candi kuno. Selain itu, terdapat sebuah pura yang bernama Candi Pura Dalem Agung Padangtegal adalah tempat dari sumber kesucian bagi masyarakat Bali, hal ini dikarenakan sebagai tempat upacara adat dan keagamaan oleh umat Hindu.

Secara detailnya tempat wisata C bisa dikatakan fantastis jika dilihat dari jumlah pengunjung per bulannya, yakni  mencapai 10.000 orang. Jadi jika pembaca sedang melakukan liburan ke Kabupaten Gianyar, sangatlah disayangkan jika tidak mampir ke Wenara Wana Wenara Wana yang menyajikan suasana alam yang harmoni beserta kelucuan kera-kera penghuninya.


Tak hanya itu saja, selain banyaknya kera-kera dengan tingkahnya yang menggemaskan, hutan kecil ini juga merupakan tempat pekuburan desa yang disakralkan. Jadi Wenara Wana tergolong objek wisata yang lumayan lengkap dengan sajian menyaksikan kera-kera yang melucu, kuburan para leluhur masyarakat Bali serta bangunan pura ataupun candi-candi yang kental dengan arsitektur khas Bali yang eksotik.

Alangkah beruntungnya jika anda berwisata ke Wenara Wana  jika bertepatan dengan upacara pembakaran mayat ( ngaben ) atau pun upacara odalan di pura yang ada di kawasannya.

Jam operasional obyek wisata Wenara Wana :

Setiap hari mulai pukul 08:00 sampai 18.00 dengan harga tiketnya sebesar Rp 20.000 / wisatawan domestik dan Rp 40.000 / wisatawan mancanegara.

Alamat  dan lokasi Wenara Wana :

Jl. Monkey Forest, Desa Padang Tegal dan Desa Nyuh Kuning, Kecamatan Ubud, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, Provinsi Bali ( 80571 ), Indonesia.

Museum Purbakala di Desa Bedulu, Gianyar

 Museum Purbakala di Desa Bedulu, Gianyar

 Museum Purbakala di Desa Bedulu, Gianyar

 Museum Purbakala di Desa Bedulu, Gianyar

Pariwisata Bali menyuguhkan nuansa yang berbeda dengan tempat wisata di tempat lain, sebab itulah tak sedikit wisatawan domestik hingga mancanegara menjadikannya tujuan utama saat berlibur. Persis dengan namanya, Museum Purbakala adalah tempat yang mengoleksi beraneka benda-benda cagar budaya dari masa prasejarah sampai masa sejarah.

Yang tak lain semua benda-benda yang dikoleksi tersebut merupakan dari hasil pelestarian di wilayah Bali sendiri. Museum Purbakala berdiri kokoh diatas tanah seluas 5.165 meter yang mana terbagi menjadi tiga halaman yaitu halaman luar, halaman tengah, dan halaman dalam. Selain itu juga terdapat sembilan wantilan di halaman yang difungsikan sebagai ruang pertemuan.

Sementara halaman tengah adalah tempat untuk menyimpan serta memajang benda-benda purbakala yang menjadi daya tarik utama dari Museum Purbakala ini. Benda-benda mulai dari sejarah dan prasejarah lengkap tersimpan rapi yang dibagi menjadi dua kelompok sebagaimana didasarkan pada waktu atau asal muasal terciptanya diantaranya adalah zaman batu hingga zaman perunggu, serta zaman sejarah dari abad ke VIII - XV Masehi.

Sejarah tentang berdirinya Museum Purbakala berawal dari gagasan mantan Kepala Dinas Purbakala Bali ( Prof. Dr Rd Soejono dan Drs Soeharto ) untuk memamerkan benda-benda cagar budaya yang berhasil dilestarikan oleh Jawatan Purbakala pada tahun 1950 dan berhasil di bangun antara tahun 1958-1959. Museum Purbakala resmi dibuka oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 14 September 1974.

Benda-benda purbakala yang dimiliki Museum Purbakala atau Museum Gedong Arca ini terancam hilang yang disebabkan karena dibeli oleh wisatawan asing sebagai cenderamata dan barang koleksi. Hingga kini, tercatat jumlah koleksi yang berhasil dikumpulkan mencapai 3.000 buah yang mana merupakan hasil temuan, pembelian dari kolektor, dan milik pribadi yang kemudian diserahkan ke pihak museum.

Adapun berbagai fasilitas pokok yang dimiliki Museum Purbakala guna memberi kenyamanan pengunjungnya yakni area parkir yang luas, kamar mandi, serta toilet. Berkunjung ke museum ini sangat tepat bagi mereka yang ingin mengulas tentang sejarah peradaban Bali dari masa ke masa.

Lokasi Museum Purbakala berada di Jalan Raya Tampak Siring, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia.

Museum Rudana Banyak Karya Seniman Ubud yang Masih Melegenda

 Museum Rudana Banyak Karya Seniman Ubud yang Masih Melegenda

 Museum Rudana Banyak Karya Seniman Ubud yang Masih Melegenda

 Museum Rudana Banyak Karya Seniman Ubud yang Masih Melegenda

Bali memang kaya akan seni dan budayanya yang masih dipertahankan hingga saat ini, tak hanya banyak sekali di sektor pariwisatanya yang menawarkan tentang itu. Museum Rudana adalah tempat untuk memasarkan dan mempromosikan karya seni berupa seni lukisan dan seni patung yang kesemuanya adalah karya dari seniman Bali.

Bagi pembaca pecinta seni, maka obyek wisata kali ini jangan sampai anda lewatkan yang manan berada di Jl. Cok Rai Pudak No. 44, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Peresmian Museum Rudana dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1995 yang berada di atas lahan seluas 500 meter2.

Bentuk bangunannya didesain apik dan menarik dengan menyatukan unsur modern dan tradisional, selain itu juga dikelilingi taman-taman indah yang pastinya akan membuat pengunjungnya betah berlama-lama. Museum Rudana adalah bangunan berlantai 3, berkonsep dengan filosofi Tri Angga ( tiga bagian tubuh ) mulai dari Kaki, Badan dan Kepala atau bisa disebut juga sebagai konsep Tri Mandala (tiga halaman) yaitu luar, dalam dan utama.

Tepat berada di lantai pertama, koleksi yang dipamerkan berupa berbagai keindahan lukisan klasik khas Bali. Pada lantai dua merupakan tempat hasil seni pelukis ternama Indonesia maupun dari luar negeri. Nah sementara di lantai tiga ini, banyak sekali lukisan tradisional yang tak lain adalah hasil karya seniman Ubud dan juga Batuan.

Keseluruhan barang-barang seni yang ada di dalam museum ini tertata dan terpelihara dengan baik dan kemudian disajikan guna dinikmati oleh semua orang yang berkunjung. Di antara karya seni terkenal dan melegenda yang dipamerkan adalah :

  • Nyoman Rudana
  • I Gusti Nyoman Lempad
  • Nyoman Gunarsa
  • Made Wianta
  • Affandi
  • Basuki Abdullah
  • Srihadi Soedarsono
  • Sunaryo Sutono
  • Antonio Blanco
  • Arie Smit


Oh iya Museum Rudana didirikan oleh Nyoman Rudana yang mana adalah seorang seniman dan kolektor lukisan yang juga pemilik galeri seni Rudana Fine Art Gallery dan Genta Fine Art Gallery. Sebagian besar dari koleksi benda seni yang tersimpan didalam Museum Rudana dikumpulkan oleh Nyoman Rudana dan Ni Wayan Olasthini. Fasilitas yang dimiliki Museum Rudana meliputi areal parkir, toilet, gallery, coffee shop dan pendopo. Buka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA, kecuali hari raya besar.

Museum Neka Menyimpan Seni Lukis Maestro Ternama, ini dia salah satunya

 Museum Neka Menyimpan Seni Lukis Maestro Ternama, ini dia salah satunya

 Museum Neka Menyimpan Seni Lukis Maestro Ternama, ini dia salah satunya


Hay Travelers, anda sedang mengeksplor pariwisata di Pulau Bali yang beraneka ragam ini? Jika anda ingin liburan di Bali yang tentunya ingin merasakan sensasi liburan yang seru, obyek wisata di Kabupaten Gianyar patut untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Museum Neka yang beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud.

Museum Neka dibuka untuk umum pada tahun 1982, pengambilan nama museum ini berasal dari nama seorang guru yang gemar mengoleksi lukisan yakni Suteja Neka. Bangunan museum ini berarsitekturkan khas Bali dengan standar museum Internasional. Selain itu bangunan museum Neka juga sangat terawat yang mana cara menampilkan koleksi lukis cukup terorganisir.

Hal tersebut tentunya bisa memudahkan para wisatawan untuk mengerti, mencermati dan menikmati seni lukis. Di tiap tahunnya koleksi seni lukisan terus bertambah banyak, tercatat saat ini ada kurang lebihnya sekitar 300 lukisan hasil kreasi dari seniman pelukis nusantara maupun mancanegara.

Museum Neka menyimpan koleksi seni lukisan dari maestro ternama yang diantaranya adalah :

Seni lukisan hasil karya dari Affandi ( Cirebon, Jawa Barat )


Beliau merupakan orang yang terkenal sebagai maestro pelukis legendaris Indonesia. Kesohorannya tidak hanya dikenal di Nusantara saja bahkan di dunia. Gaya lukisan ekspresionisnya sanggup membuat peminatnya kagum. Seni lukisannya yang ada disini ialah lukisan Tari Barong & Rangda di tahun 1973 berukuran l 100 x 185 cm, lukisan Perahu Nelayan di tahun 1975 berukuran 103 x 129 cm.

Seni lukisan hasil karya dari Bagong Kussudiardjo ( Yogyakarta )


Beliau merupakan seorang pelukis dan koreografer ternama Indonesia, yang mendapatkan gelar begawan seni Indonesia. Hasil lukisannya selalu dari ide dan kreatifnya sendiri, salah satu lukisannya berjudul Penari ( lukisan Penari ) yang dibuat pada tahun 1990 dengan ukuran 143 x 295 cm.

Selain mengoleksi berbagai seni lukisan yang ekspetakuler, Museum Neka juga menampilkan sejumlah koleksi keris dan patung. Keris ditempat ini berasal dari berbagai pelosok nusantara, beberapa diantaranya berasal dari zaman kerajaan di Bali sebagai warisan bersejarah dan bertuah dari Puri.

Seperti halnya keris dari Puri Karangasem berupa “keris Ki Baju Rantai”, dari pesisir Utara Pulau Bali yaitu Puri Kanginan Singaraja berupa “keris Ki Gajah Petak”, dan keris-keris kuno lainnya yang dibuat oleh para empu mempuni. Khusus untuk koleksi keris ini, selalu dilakukan ritual-ritual tertentu disaat Hari Raya Tumpek Landep.

Museum Neka atau bernama lain Neka Art Museum beralamatkan di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi bali, Indonesia.

Untuk tiket masuknya setiap wisatawan wajib membayar Rp 50.000 untuk satu orang dewasa, terkhusus bagi anak-anak di bawah 12 tahun digratiskan ( free ). Museum Neka buka setiap hari mulai pukul 09:00 – 17:00 WITA, hari Minggu dari pukul 13:00 – 17:00 WITA, sementara Hari libur nasional obyek wisata ini tutup.

Museum Arma Mengoleksi Berbagai Macam Seni Lukis yang Berbeda

Museum Arma Mengoleksi Berbagai Macam Seni Lukis yang Berbeda

Museum Arma Mengoleksi Berbagai Macam Seni Lukis yang Berbeda

Tak salah jika Pulau Bali dijadikan sebagai tempat pariwisata yang populer dan diminati oleh semua kalangan wisatawan. Pastinya sebagian besar pembaca bertanya-tanya mengapa daerah ini begitu eksotisnya dan menjadi tujuan utama berlibur? Asalkan semua tahu bahwa daerah ini kaya dengan keindahan alam, seni, budaya yang masih terjaga kualitasnya, ya tentunya itulah secuil alasannya.

Seperti halnya Museum Arma atau bisa disebut Museum Agung Rai Arma yang berada di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini memiliki karakteristik yang bisa dijadikan sebagai lokasi untuk melihat tradisi, budaya, dan sosial masa lalu dari sebuah bangsa. Museum ini menyimpan, menampilkan dan juga memamerkan lukisan-lukisan unik serta fantastis.

Museum Arma berdiri kokoh di atas lahan seluas 5 hektar yang  diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia yakni Prof. Dr. Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996. Sampai saat ini Museum Arma masih dikelola langsung oleh yayasan ARMA ( Agung Rai Museum of Art ) yang berdiri pada 13 Mei 1996.

Museum Arma dibangun di tempat dengan kontur tanah naik turun, serta memiliki nuansa alam asli Ubud yang begitu harmoni. Jika dilihat dari bangunannya, yang menjadi daya tarik menonjol adalah desain kebun bernuansa budaya Bali. Banyak seni lukisan maupun patung yang terdapat di museum ini, selain itu juga ada Lily Pound dan tanaman anggrek yang tertata rapi nan indahnya.

Pastinya tidak semua orang menyukai dengan seni lukisan atau melihat pameran seni. Namun bagi anda yang menyukai nuansa kebun dengan desain khas Bali, maka tidak ada salahnya jika mengunjungi Museum Arma. Guys, jika akan berkunjung ke Museum Arma, jangan sampai lupa membawa kamera untuk mengabadikan semua keindahannya.

Museum Arma mengoleksi berbagai lukisan dari aliran seni lukis yang berbeda, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Lukisan Kamasan
  • Lukisan Pre War
  • Lukisan orang Eropa yang menetap di Bali
  • Lukisan aliran modern dan tradisional


Jika anda ingin duduk santai sambil membaca buku di Museum Arma ini bisa di ruang perpustakaan dan ruang baca. Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai, mulai dari toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restoran, kafe, toilet, serta area parkir kendaraan yang luas.

Alamat Museum Arma berada di jalan raya Pengosekan Ubud, Kecamatan  Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Indonesia. Buka setiap hari kecuali hari raya mulai pukul 09:00 - 18:00 WITA dan tiket masuk sebesar Rp 50.000 ( sudah termasuk segelas minuman teh dan kopi yang bisa dinikmati di salah satu acaranya ).