saya yakin seperti roda yang berputar, sekarang di atas, besok mungkin dibawah

 

saya yakin seperti roda yang berputar, sekarang di atas, besok mungkin dibawah

Bershukur, kamu yang saat ini bisa membeli semua keinginanmu, entah itu dari pemberian orang tua maupun hasil keringatmu sendiri. Tapi, jangan sekali-kali usil dan menyombongkan diri kepada teman yang tak mampu, sepertimu.


Karena harta itu hanya titipan saja. Kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya dari kehidupan ini, saya yakin seperti roda yang berputar, sekarang di atas, besok mungkin dibawah, maka dari itu janganlah sombong jadi orang.

Ingat, kesombongan akan membuat kita tidak disukai orang, itu benar adanya. Sekarang mungkin saja orang masih ingin berteman denganmu karena kamu masih memiliki uang, percayalah apakah saat kamu udah nggak ada uang apakah tamanmu akan tetap menjadi teman setia? Pasti tidak, mereka bukan mata duitan kok, justru mereka pergi karena kesombonganmu itu, maka dari itu belajarlah mengerti perasaan orang yang tidak mampu.

Uang, memang membuat segalanya menjadi kacau, uang juga membuat segalanya menjadi baik. Orang semua butuh uang agar bisa makan, apalagi dizaman globalisasi saat ini, uang sangat dibutuhkan, tetapi moral yang baik masih tetap diharapkan.

Jika peribadimu baik, biarpun kami miskin orang akan segan menghormati dan mengjunjungmu dan tidak mengenal apakah kau kaya atau miskin.

Hidup ini tidak bisa ditebak, sekarang kau memberi, mungkin besok kau meminta. Apapun bisa terjadi, karena roda kehidupan itu selalu berputar, pastinya.

Maka dari itu, jangan sombong jadi orang.

Saya Bekerja Keras, Karena Sadar, Saya Bukan Penikmat Harta Orang Tua

Saya Bekerja Keras, Karena Sadar, Saya Bukan Penikmat Harta Orang Tua
Photo dari intisari.grid.id

Bekerja memang sudah menjadi bagian dari kehidupan orang dewasa. Demi mendapatkan karir yang cemerlang, semua berlomba untuk menjadi yang terbaik.

Khususnya untuk bagi anak muda, bekerja keras sedari muda bisa memberi keuntungan tersendiri. Selain pengalaman yang lebih banyak, kamu bisa mempersiapkan jalanmu dengan lebih matang.

Meski lelah karena harus bekerja, setidaknya hal baik ini bisa kamu peroleh karena sudah berusaha keras sejak muda.

Dengan kerja keras dari muda, sebenarnya kamu sedang mempersiapkan langkah awal untuk meraih masa depan yang cerah. Kamu meniti tangga satu persatu untuk belajar dari yang paling dasar sampai bisa jadi profesional.

Meski jalanmu masih berat dan berliku, jangan menyerah. Karena pemenang sejati gak akan mudah kalah.

Bekerja keras dari muda mengajarkanmu arti tanggung jawab yang sesungguhnya. Contohya bagaimana mengatur jadwal dengan efektif, menciptakan peluang dan belajar banyak dari pengalaman.

Kamu punya banyak kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, atau menemukan passion yang sesuai dengan keinginanmu. Tanggung jawab yang kamu emban sejak muda dapat membentukmu jadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Tak perlu berkecil hati jika hidupmu tak senyaman teman-temanmu yang lain. Mereka bisa bersantai sementara kamu sibuk mengumpulkan pundi uang.

Kamu memang mengalami rasa sakit yang bertubi-tubi, tapi perlahan, mentalmu sedang di tempa dan dilatih agar sekuat baja. Asal semangatmu tak patah dan terus berusaha, impian dan cita-cita yang kamu impikan pasti bisa didapatkan.

Bekerja itu memang melelahkan, tapi tak lebih lelah dari orang lain yang sedang mencari pekerjaan. Dengan bekerja giat, kamu sedang memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.

Waktumu tidak terbuang sia-sia dengan melakukan hal yang tidak berguna. Tenagamu masih kuat dan semangatmu masih membara. Bahkan dari hasil kerja kerasmu, kamu bisa membantu orang tua atau kerabat terdekat. Bukankah itu sangat membanggakan?

Ada harga mahal yang harus dibayar demi meraih kesuksesan, seperti air mata dan jerih payah dari rasa lelah. Tapi dengan tekad kuat yang diimbangi dengan kerja keras, kamu bisa meraih masa depan gemilang yang kamu impikan. Bersabarlah, kamu pasti bisa melewatinya.

Masa muda adalah saat yang terbaik, oleh sebab itu kamu harus berusaha segiat-segiatnya di usia belia, semangat!

Jika Kita Pikir Hidup Kita Sulit, Coba Kita Lihat Orang Lain di Sekeliling Kita Dulu

Jika Kita Pikir Hidup Kita Sulit, Coba Kita Lihat Orang Lain di Sekeliling Kita Dulu

Apakah Anda sudah bershukur hari ini? Dalam hidup ini biasanya seseorang dihadapi fase yang membuat dirinya merasa hancur, harapan seakan tidak ada lagi. Sampai akhirnya, gak sedikit orang yang membiarkan masa depannya rusak begitu saja. Bahkan nggak jarang, pikiran buat mengakhiri hidup tersebut untuk dilakukan. Buat Anda yang millenials yang sedang berada di titik terendah atau belum pernah mengalami seperti foto diatas, coba deh pikir dan lihat di sekelilingmu, masih banyak yang mungkin lebih buruk kehidupannya daripadamu.

Saat Hatimu merasa hancur, Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanmu sendirian. Masalah yang begitu berat memang membuat seseorang menjadi inferior. Anda mulai merasa tidak berharga dan tidak memiliki siapa-siapa. Padahal meskipun saat itu tak ada seseorang pun di sisimu., Kamu masih memiliki Tuhan. Tuhan merasakan perasaanmu, Tuhan memahami hatimu, Tuhan juga mendengar keluh dan kesahmu, walaupun ia tak terucap dan akan membukakan jalan untuk setiap hamba-Nya yang berdoa dan berusaha. Jadi, jangan merasa sendirian ya! 

Sesulit apapun hidup kita, tumpahkanlah perasaanmu pada seseorang yang kamu percaya dan memberimu jalan untuk menyelesaikan masalahmu, bukan yang membuat masalah baru lagi, teman, saudara atau orang tuamu. Dengan menumpahkan masalah pikiran hidupmu dengan orang yang kamu percayai dengan bercerita dan mencari jalan keluar. Cobalah, pasti kamu akan jauh lebih lega.

Dan coba lihat disekililingmu, masih ada banyak orang yang mungkin lebih jauh buruk kehidupannya dari padamu. Maka tetaplah bershukur dan berdoa agar Tuhan selalu memberikanmu jalan dan kehidupan dengan pikiran yang tenang. 

Apapun masalah Hidup yang Anda hadapi, ingatlah bahwa tidak ada masalah yang tidak mampu dipecahkan. Selama Kita selalu mampu memecahkan, selama kita berusaha dan berdoa, jalan akan selalu terbuka. Jadi, tetaplah Semangat!

Walau Kehidupan Ini Begitu Berat, Nggak Ada Alsan Untuk Tidak Tersenyum

Walau Kehidupan Ini Begitu Berat, Nggak Ada Alsan Untuk Tidak Tersenyum

Seberat apapun hidup itu, usahakan tetap tersenyum menjalaninya. Walau hidup itu keras dan berat, dengan tersenyum akan terasa ringan.

Jangan berputus asa untuk para generasi muda dan jangan pernah merasa gengsi untuk melakukan hal apapun selagi itu halal. Contoh dua nenek yang sangat tegar dan kuat menjalani hidup dengan jualan di pasar Ubud, Bali mereka tetap tenang dan bersemangat dalam mencari pundi-pundi rupiah untuk menyambung hidup mereka dan keluarganya.

Untuk kamu yang masih muda, jangan malu untuk melakukan hal apapun untuk menyambung hidup, apalagi disaat krisis Corona ini, semua karyawan di PHK termasuk saya. Tapi, saya tidak pernah putus asa, bangkit dan banting setir, jualan online.

Walau hidup ini begitu berat, nggak ada alasankan untuk tidak tersenyum? Ia, harus punya etikat dan keyakinan untuk memacu diri untuk tersenyum dan melakukan hal apapun untuk menyambung hidup.

Jangan berhenti dan Mengeluh Minta Bantuan

Malu Ama nenek-nenek yang semangat juangnya tinggi, tapi yang masih muda karena di PHK ngemis dan demo minta bantuan. Stop! Ayo kerja, banting setir. Jalani semua apa yang kamu bisa, jualan online, jualan makanan, jasa, atau apapun yang kamu bisa agar bisa tersenyum.

Mengeluh hanya membuat hidup kita semakin menderita, bangkit, dan semangat, jangan menyerah.

Nenek dua ini saja semangat kenapa kita yang muda mengeluh. Tetaplah tersenyum untuk memulai aktifitas apapun.

Jangan Sombong Saat Di Atas! Roda Kehidupan Terus Berputar

Jangan Sombong Saat Di Atas! Roda Kehidupan Terus Berputar
ilustrasi photo via liputanislam.com

Bershukurlah kamu yang saat ini bisa membeli semua keinginanmu, entah itu dari pemberian orang tua maupun hasil keringatmu sendiri. Tapi, jangan sekali-kali usil dan menyombongkan diri kepada teman yang tak mampu, sepertimu.

Karena harta itu hanya titipan saja. Kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya dari kehidupan ini, saya yakin seperti roda yang berputar, sekarang di atas, besok mungkin dibawah, maka dari itu janganlah sombong jadi orang.

Ingat, kesombongan akan membuat kita tidak disukai orang, itu benar adanya. Sekarang mungkin saja orang masih ingin berteman denganmu karena kamu masih memiliki uang, percayalah apakah saat kamu udah nggak ada uang apakah tamanmu akan tetap menjadi teman setia? Pasti tidak, mereka bukan mata duitan kok, justru mereka pergi karena kesombonganmu itu, maka dari itu belajarlah mengerti perasaan orang yang tidak mampu.

Uang, memang membuat segalanya menjadi kacau, uang juga membuat segalanya menjadi baik. Orang semua butuh uang agar bisa makan, apalagi dizaman globalisasi saat ini, uang sangat dibutuhkan, tetapi moral yang baik masih tetap diharapkan.

Jika peribadimu baik, biarpun kami miskin orang akan segan menghormati dan mengjunjungmu dan tidak mengenal apakah kau kaya atau miskin.

Hidup ini tidak bisa ditebak, sekarang kau memberi, mungkin besok kau meminta. Apapun bisa terjadi, karena roda kehidupan itu selalu berputar, pastinya.

Maka dari itu, jangan sombong jadi orang.

Teruntuk Sosok Tangguh yang Ku Sebut 'Ayah'

Teruntuk Sosok Tangguh yang Ku Sebut 'Ayah'
Ilustrasi photo via beritalima.com

Saat mendengar lagu Ayah yang sedang viral di media sosial, saya jadi ingat sosok ayah saya dan ingin menulis sepucuk surat lewat payanadewa ini.

Ayah sedang apa kau kini? Masih bergelut dengan rentetan kewajiban mencari uang atau menangis menahan siksa duniawi dengan keadaan sakitmu? Tenang ayahku sayang kau adalah pahlawan, kau berada dijalan yang benar, sakitmu mungkin tak mengenakan tapi percayalah dosaku berguguran karenanya.

Ayah, maafkan aku yang manja ini. Dalam keadaan yang begitu parahnya, kau harus berjuang begitu susah payah hanya agar aku dan kakakku dapat mencicipi bangku sekolah. Terima kasih ayah, kami sangat menyayangi ayah. Aku doakan agar kau dan Ibu mendapatkan umur panjang agar aku bisa membalas jasamu, walau tidak seperti yang kau lakukan.

Ayah aku ingat saat aku kecil dulu merengek minta mainan. Lalu dengan kerja keras kau tukar keringatmu dengan barang yang ku pinta. Trima kasih ayah berjanji saat aku sudah mendapatkan pekerjaan, aku akan menukar posisimu. Kita bertukar posisi, akan ku kabulkan semua keinginanmu. Aku berjanji ayah, saat kau dan ibu renta nanti, akan aku urus kalian dengan tanganku sebagaimana kalian telah mengurusku sejak kecil dulu.

Sekian dulu surat dari anak sulungmu ini, jangan terlalu memikirkan ku disini, aku bekerja jauh untuk kebahagiaan kalian sendiri, maaf untuk saat ini kalian menderita. Tak hidup mewah bukan berarti ayah gagal, karena bagiku ayah adalah ayah terbaik dimuka bumi ini yang mampu mendidik kedua anakmu ini menjadi berilmu dan berjiwa tegar. Semoga kelak jasa ayah dibalas dengan Hyang Widhi setimpal.

Atau mungkin lebih besar, Astungkara

Sayangilah Orang Tuamu, Jangan Samapi Saat Mereka Tiada Baru Kamu Menyesal



Halo semua kali ini saya akan membahas sebuah artikel yang menarik, baca sampai selesai ya biar mengerti dan tidak gagal paham.
Sayangilah Orang Tuamu, Jangan Samapi Saat Mereka Tiada Baru Kamu Menyesal


Setiap orang pasti merindukan sosok yang mampu menjadi teladan dan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Sosok tersebut dapat kita temui melalui ayah dan ibu di rumah yang telah merawat dan menjaga kita mulai dari kecil hingga menuju ke puncak kesuksesan.

Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sosok ayah maupun juga ibu tak luput dari kesalahan dan mungkin membuat kita sakit hati bahkan berniat untuk membenci mereka. Tapi apakah tindakan membenci orang tua merupakan suatu tindakan yang benar dan terpuji?

Mari kita bercermin perihal sikap yang harus kita tunjukkan terhadap orang tua baik itu ayah maupun ibu kita. Agama Hindu mengajarkan tentang bagaimana mengasihi orang tua dan tidak pernah sedikitpun menyinggung tentang membenci dan memusuhi orang tua. Justru sebaliknya, ketika perilaku membenci orang tua dilakukan maka akan ada suatu balasan atau dampak dari tindakan tersebut. Tidak ada agama di dunia ini yang mengajarkan bagaimana membenci orang tua.

Namun setiap agama pasti mengajarkan bagaimana mengasihi dan mencintai orang tua kita dengan sungguh-sungguh terlepas dari kelasahan yang mereka lakukan. istilah “baik buruk ayahku dia tetap pahlawanku, baik buruk ibuku dia tetap surgaku” mau menggambarkan kepada kita semua bahwa bagaimanapun keadaan orang tua kita. Mestinya kita harus tetap menghargai dan menghormati mereka sebagai utusan Tuhan dalam hidup kita masing-masing.

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan termasuk kedua orang tua kita, namun kita dianjurkan untuk memaafkan beliau. Sayangi orang tuamu, hormati orang tuamu, bahagiakan orang tuamu.

Pasti akan ada saatnya nanti kamu akan berpisah dengan mereka selamanya, dan semoga perpisahan itu tidak meninggalkan bekas dan luka sehingga membuatmu tidak bisa memaafkan diri sendiri.




Tak Perlu Kaya Untuk Sebuah Kesetiaan, Tak Perlu Mewah Untuk Sebuah Kebahagiaan


Tak Perlu Kaya Untuk Sebuah Kesetiaan, Tak Perlu Mewah Untuk Sebuah Kebahagiaan
ilustrasi photo via https://www.facebook.com/InspirasiKehidupan/

Menjalin suatu hubungan sampai ke jenjang pernikahan merupakan hal yang sungguh-sungguh diantara dua insan manusia yang saling mencintai. Namun, perlu di ingat bahwa pernikahan itu bukan untuk hanya sehari dua hari saja. Tetapi pernikahan itu adalah anugrah. Jadi, susah, senang, suka maupun duka harus dijalani bersama.

Mungkin petuah ini sudah  disampaikan secara turun-temurun kepada pasangan pengantin oleh orang tua sebagai persiapan melangkah dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Kesetiaan Itu Sederhana


Seharusnya semakin lama usia pernikahan, biasanya semakin banyak pula ujian dalam menjalani kehidupan berumah tangga yang memerlukan kesabaran tingkat tinggi. 

Dasar sebuah hubungan adalah cinta dan kasih sayang. Tak perlu kaya untuk sebuah hubungan yang setia, karena menjalani kehidupan dengan pasangan yang tercinta dan keseharian penuh warna adalah impian semua insan manusia. Mungkin semua orang ingin hidup kaya dan bahagia, tetapi beberapa fakta setelah mapan dan kaya pasangan itu pisah, terbukti uang bisa membuat hubungan retak. Beda halnya dengan pasangan yang benar-benar mencintai dan membangun ekonominya dari 0 dan apa adanya. 

Kebahagiaan Itu Tak Perlu Mewah

Untuk sebuah kebahagiaan mungkin bisa dinilai dengan Uang, tetapi uang juga bisa menghancurkan hubungan rumah tangga, kecuali hubungan yang betul-betul setia dan saling menyayangi. Maka dari itu, jika suatu hubungan sudah saling memahami dan pengertian, maka kebahagiaan itu tak harus kaya. 

Hidup ini bukan hanya soal harta dan kekayaan, tetapi menjalani hubungan kehidupan berumahtangga dengan saling pengertian dan saling mensuport itu adalah yang terbahagia. 

Harta bisa dicari bersama, tetapi kebahagiaan yang utama. 

Jika Hatimu Sudah Ikhlas, Maka Seburuk Apapun Hal yang Datang Tidak Akan Membuatmu Lemah dan Menyerah

Jika Hatimu Sudah Ikhlas, Maka Seburuk Apapun Hal yang Datang Tidak Akan Membuatmu Lemah dan Menyerah


Begitu juga dengan keikhlasan, tatkala hatimu sudah terbiasa dengan rasa ikhlas, maka tentu seburuk apapun hal yang datang tidak akan membuatmu lemah dan menyerah.

Ketika ikhlasmu sudah memenuhi hati, maka pasti masalah sesulit apapun yang datang menyapamu, tentu kamu akan tetap tenang karena pasti keyakinanmu kepada Hyang Widhi selalu tinggi.

Kamu Akan Mudah Berlapang Dada, Tatkala Dari Awal Sudah Mampu Membidik Hati Dengan Ikhlas

Bukan cuma itu, kamu akan mudah berlapang dada tanpa tapi, tatkala dari awal sudah mampu membidik hatimu dengan sabar dan ikhlas.

Maka dari itu, sesulit apapun melatih hati dengan rasa sabar dan ikhlas, jangan pernah kamu menyerah, karena sungguh belajar bersabar dan ikhlas itu memang sangat menguji batin.

Karena Kamu Akan Tetap Baik-baik Saja Jika Sabar dan Ikhlasmu Terjaga

Oleh karenanya, jangan pernah menyerah pada keadaan meski hal tersebut sangat menyakitimu, kamu harus tetap kuat menekan hatimu untuk bisa bersabar dan ikhlas.

Sebab tidak peduli dalam keadaan yang paling menyiksa sekalipun, dalam masalah yang amat besar sekalipun, pasti kamu akan tetap baik-baik saja jika sabar dan ikhlasmu senantiasa memenuhi hati.

Bahkan Semua Hal Tidak Mengenakkan Akan Bisa Membuatmu Tetap Tenang, Tatkala Sabar dan Ikhlasmu Memenuhi Hati

Jadi penting sekali untuk siapapun kita belajar caranya menangkan hati dengan kesabaran dan keikhlasan, lebih-lebih kamu yang saat ini tengah dalam takdir-Nya yang tidak kamu sukai, karena saat kamu bersabar dan ikhlas maka disitulah kamu akan tetap tenang.

Maka Sebesar Apapun Masalah yang Datang Kepadamu Tidak Akan Serta Merta Kamu Keluhkan Bila Hatimu Sudah Sabar

Sungguh ketika hatimu sudah terbiasa bersabar, terbiasa lapang hati, maka sebesar apapun masalah yang datang kepadamu tidak akan serta merta kamu keluhkan.

Sesedih apapun rasa yang melanda, kamu tentu akan tetap baik-baik saja menjalani hidupmu, jika dari awal sabar sudah menjadi andalanmu dalam menjaga hati.

Lantas Bidik Hatimu Dengan Rasa Sabar dan Ikhlas, Agar Mudah Bagimu Menyimpan Hal-hal yang Tidak Mengenakkan

Selalu bidiklah hatimu dengan rasa sabar dan ikhlas, selalu ajarkanlah hatimu untuk selalu bisa bersyukur, agar mudah bagimu menyimpan hal-hal yang tidak mengenakkan.

Karena jika kamu sudah terbiasa menjaga hatimu dengan penuh sabar dan ikhlas, maka disitulah kamu akan selalu legowo dan lapang dada atas hal buruk yang telah Ida gariskan menjadi takdirmu.

Lebih Baik Dibenci Karena Kebenaran Daripada Dicintai Tapi Karena Kepalsuan

ilustrasi photo via kompasiana.com


Banyak orang kurang berani menegakkan dan mengatakan kebenaran. Agar orang lain tidak sakit hati, banyak orang lebih memilih membiarkan hal-hal yang tidak benar, demi sebuah hubungan tetap nyaman, banyak orang lebih memilih diam dan tidak mencampuri keputusan dan perbuatan orang lain yang salah.

Selain itu, beberapa alasan kenapa orang bungkam mengatakan kebenaran:
  • Zona nyamannya terganggu
  • Tidak tahu bagaimana mengatakannya
  • Takut karirnya menurun (lebih baik jadi penjilat, sekalipun nurani menjerit, apalagi kalau karir lagi naik-naiknya, apalagi kalau sedang mengincar kursi tertentu yang ujung-ujungnya duit)
  • Tidak siap dijauhi
  • Tidak siap dibenci
  • Takut tidak punya kawan
  • Takut di bilangin macem-macem, dan lain sebagainya


Parahnya bahkan ada yang berprinsip ‘lebih baik berbohong atau diam, daripada mengatakan kebenaran yang berakibat dirinya dibenci’.

Sebagai umat beragama seharusnya kita berani berkata benar. Dikucilkan, diremehkan dan diacuhkan adalah risiko seorang yang berjuang demi mewartakan kebenaran.

Lebih baik mempunyai sedikit teman tapi mengatakan kebenaran, daripada mempunyai banyak teman tetapi menyimpan kebohongan dan mendiamkan kebenaran.

Jangan pernah takut mengatakan yang benar, percayalah pada janji Tuhan : “Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau dan untuk melepaskan engkau”

Arti Mimpi Buang Air Besar (Meju)

Arti Mimpi Buang Air Besar (Meju)
ilustrasi photo via menurutparaahli.com

Apakah Semeton Hindu pernah mimpi yang didalamnya ada hal yang berhubungan dengan buang air besar atau Meju?

Setiap orang pasti pernah bermimpi. Bagi setiap orang mimpi atau bunga tidur sering diabaikan begitu saja. Tapi, bagi beberapa orang yang memang percaya tentang arti mimpi apalagi buang air besar, dianggap sebagai isyarat akan datangnya suatu kejadian, sehingga harus ditafsirkan atau diartikan.

Menurut pandangan orang Hindu arti mimpi buang air besar bermakna positif, atau juga bisa untuk kehidupan Anda. Tergantung sudut pandang yang mengartikan, Sebagian orang mengatakan mimpi buang air besar/Meju ini diartikan akan kedatangan rezeki besar, ada juga yang mengartikan akan kedatangan musibah besar.

Bagaimanapun, Semeton yang memutuskan tentang arti mimpi tersebut, hanya Anda yang bisa memutuskan soal mimpi Anda sendiri, sembari memikirkan segala sesuatunya ada di tangan Anda.

Karena itulah, penafsiran makna dan arti mimpi "arti mimpi buang air besar menurut hindu" ini hanya sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam hidup Anda, bukan sebagai suatu acuan mutlak dan menjadi pegangan hidup Anda di masa medatang.

Dengan tetap bersikap dan berpikiran positif walau sebelumnya Anda sudah bermimpi tentang arti mimpi buang air besar menurut hindu akan memberikan keteguhan hati bahwa Ida Sanghyang Widhi yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Karena itulah, dalam kondisi bagaimanapun, Anda sebaiknya tidak melupakan kekuasaan Ida Sang Hyang Widhi atas mimpi arti mimpi buang air besar menurut hindu yang Anda alami dan segala hal lainnya dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Jika Anda adalah seorang Hindu, disarankan untuk selalu membaca doa setelah terbangun dari mimpi, baik itu mimpi baik maupun mimpi yang buruk.

Kenapa? Jika mimpi kita baik, semoga saja itu menjadi sebuah kenyataan dan apabila mimpi buruk, semoga kita semua terjaga dari mimpi tersebut atau tidak menjadi kenyataan dalam kehidupan sebenarnya.
Om Utedanim bhagawantah syamota prapitwa uta mandhye ahnam utodita maghawanta suryasya wayam dewanam sumantau syama.
Terjemahan Dari Mantra :                                                                         
Ya tuhan yang maha pemurah , jadikanlah hamba orang yang selalu bernasib baik pada hari ini , menjelang tengah hari , dan seterusnya . Semoga para dewa melindungi
 Intinya ada pada diri kita, apapun itu usahakan selalu berpikir yang positif, semoga bermanfaat.

Indah! Penampakan Pulau Bali Dari Luar Angkasa



Kicauan lama kembali viral dari pendidik sekaligus astronot NASA Ricky Arnold tentang penampakan Pulau Bali di luar angkasa kembali viral setelah akun @dewaaya mengunggahnya di Twitter, Kamis (25/4/2020). dan kembali viral di media sosial Facebook.

"Astronot Ricky Arnold sangat mencintai Bali dan sering kali menghabiskan liburan bersama keluarganya di Bali. Ditengah-tengah tugasnya di ISS dia menyempatkan diri untuk mengambil foto ini dan mengucapkan salam untuk Indonesia," tulis @dewaaya
 "Selamat pagi Indonesia – sebuah tempat yang pernah saya sebut rumah. Jawa, Bali, & Lombok semuanya berjajar rapi. Jalan sempit antara Bali dan Jawa dikenal sebagai Garis Wallace. Alfred Russel Wallace merumuskan teorinya sendiri tentang evolusi saat ia menghabiskan waktunya di pulau-pulau ini," kicau Arnold di akun @astro_ricky.

 Foto ini diunggah kali pertama pada 30 Maret 2018. Menghasilkan 3 ribuan retweet dan lebih dari 3 ribuan like.

Meski demikian, ada sebuah koreksi dari salah satu netizen terkait caption dari Arnold tersebut.


"Dear Ricky - Selamat pagi dari Bali, Indonesia. Koreksi: Garis Wallace adalah antara Bali dan Lombok, bukan Bali dan Jawa. Semoga sukses. Jika kami dapat membuat tautan, bersediakah Anda berbicara dan menginspirasi anak-anak di Bali?" tulis akun @BaliUpdateED

Ricky Arnold lahir dengan nama Richard Robert Arnold II di Cheverly, Maryland, Amerika Serikat pada 26 November 1963.  Arnold tumbuh di Bowie, Maryland dan menikah dengan Eloise Mille Arnold. Mereka dikaruniai dua orang putri.

Arnold terpilih sebagai Pendidik Spesialis-Misi oleh NASA pada Mei 2004. Pada Februari 2006 ia menyelesaikan Pelatihan Kandidat Astronaut yang mencakup pengarahan ilmiah dan teknis, instruksi intensif dalam sistem Shuttle dan International Space Station, pelatihan fisiologis, pelatihan penerbangan T-38, dan pelatihan bertahan hidup di air dan hutan belantara.

Setelah menyelesaikan pelatihannya, Arnold ditugaskan ke Tim Integrasi Perangkat Keras di Cabang Stasiun Luar Angkasa yang menangani masalah teknis dengan perangkat keras JAXA. Dia mengerjakan berbagai tugas teknis sampai dia ditugaskan ke luar angkasa.

Misi Space Shuttle STS-119 ini diluncurkan 15 Maret 2009 dan mengirimkan set terakhir array surya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dia kembali meluncur pada 2018 ke ISS di atas kapal Soyuz MS-08.

Jauh sebelum bergabung dengan NASA, pada 2001, Arnold disewa oleh International Schools Services untuk mengajar matematika dan sains di sekolah menengah di Sekolah Internasional Kuala Kencana yang dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia di Papua Barat.  Maka tak heran jika dia sampai menyebut Indonesia sebagai 'rumah keduanya'.

Patung Dewa Kong-Co di Tuban Rubuh, Pertanda Dunia Kiamat dan Wejangan Oleh Ajahn Brahm



30 meter high God statue at Kwan Sing Bio Temple Tuban Runtuh.

Is this a sign that something bad is coming? Horrified, furious, frustrated mixed up into the story of 1001 nights. How could it not be, the Kong Co Kwan Sing Tee Koen (abbreviated as Kong-Co) statue is a great spiritual symbol for its adherents.

As of this writing, there has been no word on the cause of the collapse. Netizens and netizens can only see amateur photos and videos regarding the condition of the statue that has collapsed. The temple authorities closed the temple and did not allow anyone to enter, including the police.

The Kong-Co temple in Tuban, which has existed since the 18th century, is indeed famous for being sacred. The same thing was admitted by the parents of one of my friends. According to the story of my friend's parents, at a time when times were more difficult, they had visited this temple and asked for directions regarding the selection of the city of Surabaya or Makassar as a place to try their luck.

The direction to meet the Dewa was carried out, after the parents of my best friend had a dream from Dewa Kong-Co who asked him to visit the temple, which is about 5 hours from the city of Surabaya.

Instructions were asked for and the order to keep trying his luck in the city of Makassar was followed. As a result, my friend's parents eventually became quite successful entrepreneurs in his hometown.

*********************************************

Citizens panic, such as confessions from Jaman (53) quoted from sources; "The sound was like a plane crashing, roaring. Immediately I saw that the statue had collapsed." 

Various intriguing statements came to mind. Exciting conversations among group members are hot topics in social media groups. Various types of comments are not missed.

Maybe some are concerned, maybe some are afraid, and maybe some are grateful.

To note, the statue of Dewa Kong-Co in the area of ​​the Kwan Sing Bio Tuban Temple, which was inaugurated in 2017, had generated a polemic in the community, due to its overly striking presence in the midst of tolerance between religious communities.

A friend commented on the Whatssapp group, "That's why I dreamed of God Kong-Co last night. His face is angry, too many people are balala (greedy). Maybe I want this doomsday noodles." Adding new polemics for all members who are upset about the Corona outbreak.

This horrendous phenomenon of spiritual symbols always carries a mystical meaning. Regarded as a sign for mankind, various interpretations cannot be denied. Everyone has the right to state it, without a definite alibi. Various news circulating here and there, none of which is comfortable at heart.

Bad news - "How could I not, this is a god statue ..., if there was nothing, it would not have fallen."

Sad news - "There will definitely be calamities that come to humans, we will be punished ...

Sad news - "Yes, we already have a lot of sins, it's time to wake up and repent. Maybe Corona will be the beginning of the extinction of mankind."

The news that follows and so is not to be listened to, it is certainly no better than bad news, sorrow, and sadness.

If so what should be done? Are there any repercussions?

Let's read a story from Ven. Ajahn Brahm, a Theravada monk who lived in Australia.

Several years ago, on the front page of newspapers around the world, a story appeared about a massive demonstration in which a US marine was accused of dumping a religious Bible in a closet in Guantánamo Bay prison.

When Ajahn Brahm was asked by a journalist in Australia,

"Ajahn Brahm, what would you say and what would you do if someone threw Buddhist scriptures into the toilet?"

Ajahn Brahm, who is known as the leader of Buddhism in Australia, immediately replied,

"Sir, if someone were to throw Buddhist scriptures into the toilet, the first thing I would do is call a plumber. As Buddhists, we are very practical. . "

But after that, he continued with a serious reply, "You can destroy as many Tipiṭaka as you can. You can destroy all the Buddha statues, burn all the monasteries, kill the monks and nuns. ~ But one thing I do not allow you to do. to do is destroy Buddhism. "

"I do not allow anyone to destroy peace, compassion, forgiveness, and wisdom. ~ Buddha statues, Bhikkhus, nuns and monasteries are the wrapper, but the real content is the teachings full of Peace, Kindness, Wisdom which is called Dhamma.

*********************************************

For followers of the Tri- Dharma is still hot and cold facing the bad possibilities that will happen, I hope that the brief story of Ven. Ajahn Brahm can open our hearts, that a broken statue will not bring calamity.

As a human being, having faith is a noble thing, however do not let belief then change our view of the concept of truth itself.

Kebenaran yang sejati adalah melihat kepada diri sendiri dan apa yang telah kita perbuat untuk kebajikan. Ajaran Buddha adalah ajaran yang penuh Welas Asih tanpa Pilih Kasih.

Tidak ada hal yang pasti atas apa yang akan terjadi, namun kesucian hati tidak terwakili oleh simbol-simbol religi.

Keruntuhan patung Dewa Kong-Co di Tuban pun membawa KEBERUNTUNGAN, seperti yang dikatakan juga oleh Jaman (53) sebagai saksi lokasi.

"Ya kaget mas, UNTUNGNYA kok tidak roboh ke arah sini. Kalau sampai roboh ke sini ya bahaya,".

Gara-gara Covid-19 Banyak Warga Bali Banting Setir Pekerjaannya Demi Menyambung Hidup




Semenjak wabah virus corona/covid-19 ini masuk ke negara Indonesia, semua penduduk diharuskan untuk tinggal dirumah, bekerja di rumah, ibadah dirumah.

Karena nggak semua yang bisa bekerja dari rumah seperti, yang bekerja di toko, pabrik, swalayan, terutama warga Bali yang bekerja di bidang pariwisata sangat tragis, bikin nangis.

Banyak yang di PHK dan dirumahkan tanpa bayaran karena wabah virus covid-19 ini. Tapi, nggak semua masyarakat Bali yang bermental pengemis, banyak dari mereka mempunyai mental tangguh, langsung banting setir bekerja apapun agar bisa nyambung hidup. Yuk, baca beberapa warga Bali yang melalukan pekerjaan demi menyambung hidup anak, istri, keluarga mereka, disini saya screnshot beberapa gambar sosok pahlawan keluarga ini;

Priska Pingky Owada


Saya mantan supervisor skrg banting stir jualan Mie Instan. Mie Bon Cabe Lvl 15 pedasnya nampuoooll nendaaanggg harganya cuma 5.000/pcs pengiriman dari pasuruan. Minat silahkan chat 081241856251


Itulah Beberapa Pahlawan keleuarga untuk menyambung hidup dikala susahnya bekerja karena wabah virus ini, mereka adalah orang yangctangguh yang bermentalkan baja.

Semoga rejeki datang dari penjuru arah daudaraku, Astungkara. 

Krisis Corona, Banyak Warga Bali Cari Jukut Paku ke Tukad

Krisis Corona, Banyak Warga Bali Cari Jukut Paku ke Tukad
Ilustrasi photo via steemit.com

Semenjak pemerintah Bali menyatakan Bali Lock Down karena wabah virus Corona yang sudah menyebar di Pulau Dewata ini, banyak warga yang tidak bekerja karena harus stay home untuk mencegah penularan virus ini meningkat. 

Sudah hampir 3 Minggu lebih dari awal Nyepi, warga Bali yang berpenghasilan harian otomatis buntu. Karena itulah banyak warga kembali ke alam, untuk menyambung hidup banyak warga ke Tukad (sungai) untuk mencari sayuran agar bisa disantap.

Jukut (Sayuran) Paku


Sayuran ini tumbuh bebas di pesisir sungai di Bali, selain organik dan sehat sayuran paku juga enak di masak dan disandingkan dengan mie instan. 

Selain itu, menuju ke sungai juga mencari udara segar, karena kebanyakan sungai di Bali dengan dataran rendah, bagus untuk situasi saat ini.

Harapan

Sampai kapankah Virus Corona ini akan selesai, sampai kapan Lock Down akan selesai, sampai kapan Ekonomi akan kembali normal, dan sampai kapan Kita akan seperti ini? Dari itu, Kami berharap Bantuan dari pemerintah Untuk membantu, agar kami tidak mati kelaparan.

Semoga Wabah virus ini cepat berlalu, dan Ekonomi kembali Normal, Astungkara. 

Seger Gen Tunas, Kata Penyemangat Hidup



Banyak yang mengeluh dengan penghasilannya/ pendapatannya karena wabah virus Corona ini semakin merajalela, terutama yang bekerja di bidang pariwisata Bali. Hal hasil dengan pendapatan yang tidak menentu itu, datanglah kata-kata Seger Gen Tunas!

Berapapun pendapatan kita dalam melakukan pekerjaan, kita shukuri saja, karena kita tau rejeki bekerja di pariwisata kadang dapat lebih, kadang sedikit dan kadang tidak sama sekali, jadi kata mongken je Maan, monto kal tunas, yang penting NU tetep seger. Kata ini selalu menjadi penyemangat dan motifasi agar selalu merasa bersyukur.

Orang Bali sangat simpel dari segi apapun, mereka menjalani hidup dengan sederhana dan tetap kata seger gen tunas menjadi aman dan pikiran tetap merasa damai.

Saya sendiri selalu merasa ingin memiliki sesuatu, saya lakukan apapun untuk memiliki sesuatu yang menjadi impian saya, tetapi hal berkata beda, maka dari itu kadang-kadang kata seger gen tunas keluar tidak sengaja, setelah kata itu keluar pikiran menjadi plong!

Apapun yang membuat kita stres dan susah dalam menjalani hidup ini, tirulah orang Bali, dengan berkata Seger Gen tunas tiang! Maka pikiran Anda akan tenang dan damai.

Merasa Tak Dihargai Semua Perjuangan Ini Oleh Orang Terdekat, Maupun Keluarga



Berusaha untuk menjadi lebih baik dan semangat dalam melakukan hal apapun itu, baik dalam hubungan keluarga, teman, kerja maupun percintaan, tetapi terjebak dengan seseorang yang memberikan luka, jelas membuat kita merasa menderita.

Memang menjadi seorang yang lahir di keluarga besar dan sederhana kebawah membuat saya bersemangat melakukan pekerjaan, bukan satu tapi banyak pekerjaan sampingan yang saya lakukan
agar bisa mendapatkan penghasilan lebih untuk membantu perekonomian keluarga, termasuk pekerjaan rumah, adat, dan bermasyarakat. Namun, semua itu sudah pasti membuat seseorang tak merasa bangga dengan diri saya termasuk keluarga sendiri.

Keinginan yang besar untuk melanjutkan hidup, bekerja ditempat yang jauh agar bisa merubah kehidupan untuk menjadi lebih baik dan membuat ayah dan ibu bangga, namun semua berbeda.

Jauh-jauh pergi merantau dengan tujuan dan tekad untuk merubah nasib, Corona virus datang, baru beberapa hari saya harus pulang dan semua impian sirna. Pulang ke kampung dengan kondisi wabah virus dan tidak membawa apa membuat saya tak dihargai sama sekali oleh orang terdekat maupun keluarga.

Karena virus Corona ini, saya harus mengubur impian besar saya untuk merubah nasib dan perekonomian keluarga. Sedihnya lagi, semua biaya yang dikeluarkan belum bisa balik karena baru tiga bulan berlayar.

Menjadi orang yang yang baik dan mempunyai impian yang besar untuk merubah nasib keluarga, tetapi harus tertunda. Dari sebab itu, saya merasa tak dihargai oleh orang terdekat maupun keluarga sendiri.

Kagum! Pesona Wanita Bali



Bali? Bicara tentang pulau ini memang tidak ada habisnya. Keindahan pantai dan keragaman adat istiadatnya selalu membuat orang dari penjuru dunia kagum.


Namun, selain keindahan pulau Bali ada kelebihan yang paling dominan dari pulau lainnya. Wanita Bali itu mempunyai kelebihan yang sangat menarik, sehingga tak heran wanita Bali sering dicari oleh para pria Bule untuk menjadi pasangan hidup.

Kekaguman Orang Luar Terhadap Wanita Bali antara lain sebagai berikut;

Sangat Ramah dan Pekerja Keras
Wanita Bali memiliki penampilan yang anggun dan cantik. Masih banyak wanita Bali yang mempertahankan ciri khasnya, dengan masak dan membantu keluarga dengan apa adanya, tidak gengsi dan sopan.


Wanita Bali terkenal sangat ramah dan pekerja keras. Selain mambantu pekerjaan rumah ia bekerja diluar demi menopang perekonomian keluarganya. Kebanyakan wanita bekerja sampingan seperti berjualan di pasar tradisional, baik muda maupun tua.

Paling Setia dengan Pasangannya


Wanita Bali bisa disebut wanita yang paling setia di seluruh dunia. contoh kecil, sebagian wanita Bali membuktikan cintanya kepada calon suaminya, ia rela pindah agama, negara, demi suami yang dicintainya. Setelah prosesi menikah wanita Bali seutuhnya terikat pada suami.

Jika sudah menikah wanita Bali tidak memiliki hak dalam keluarga asalnya seperti hak waris, dari itu mereka mungkin terdidik dari batinnya untuk menjadi seorang wanita yang kuat dan harus mapan.

Sangat Sederhana dan Peduli Terhadap Sesama


Wanita Bali terbilang sangat lugu, sederhana, jujur, dan sangat peduli terhadap orang lain. Wanita Bali lebih sering mengatakan 'ngih' (iya) di bandingkan 'tauk' (tidak).

Wanita Bali lebih banyak menghabiskan waktunya untuk swadharma (membantu/beryadnya) dibandingkan saling sikut (menjelekan) orang lain.

Sangat Religius


Bali terkenal dengan seribu pura dan warganya selalu identik dengan Yadnya, tidak dipungkiri jika wanita Bali sangat berperan banyak dalam upacara agama.

Jadi, tidak heran lagi wanita Bali menjadi faktor yang mampu menjaga keutuhan adat dan budaya Bali.

Sangat Kreatif


Wanita Bali juga sangat kreatif dan mempunyai bakat seni yang sangat tinggi, tarian, gambelan yang sangat membuat semua mata kagum. Selain itu, mereka juga memiliki bakat unik membuat produk hasil kerajinan tangan dengan ciri khas Bali banget.

Dan hasil kerajinan tangan wanita Bali begitu memikat dunia, padahal pekerjaannya masih home Made. Kreatif dari segi seni, kreatif dari segi bisnis, dan kreatif dari segi upacara. Wanita Bali juga hampir setiap hari membuat Banten dengan hiasan buah-buhan yang sangat idah, hal tersebut sangat memiliki sifat kereatif yang tinggi untuk dipersembahkan kepada Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).

Itulah pesona wanita Bali yang membuat semua pria merasa kagum.

Rahasia Hidup Sejati Manusia Berada Dibalik Kesadarannya



Berbagai wujud kehidupan dialam semesta raya, seperti binatang, tumbuhan, raksasa, dedemit, bidadari, dewata dan manusia biasa, tak terkecuali manusia itu memiliki kesadaran sebagai percikan kecil dari Tuhan. Maka dari itu berbagai aneka bentuk dan wujud kehidupan ini sesungguhnya merupakan wujud dari kesadaran-Nya.

Tidak usah heran ketika melihat wujud yang berbentuk manusia tetapi kelakuan dan tindakannya menyerupai binatang atau sebaliknya bagaikan manusia biasa yang memiliki sifat dewa, itu semua adalah bersumber dari hidupNya sejati yang berwujud Kesadaran.

Terkadang manusia yang terlahir didunia ini belum menyadari hidupnya yang sejati karena belum pernah melalukan penggalian dengan pengetahuan, sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan dan perbuat. Mereka hanya bisa menangis ketika sesuatu yang hilang dari hidupnya dan sebaliknya mereka akan senang ketika sesuatu bisa mereka peroleh. Jiwanya dipenuhi oleh gelombang hidup yang ekstrim, jiwanya sangat terikat dengan keadaan yang menimpa, rasa hidup hanya pada pemenuhan kebutuhan duniawi, rasa hidup hanya pada olahan pikiran dan tidak memiliki persepsi hidup sebagai mahluk utama yakni menjaga dan memelihara kehidupan ini secara bersama-sama dengan mahluk lainnya.

Aplikasi pembangkitan kesadaran bathin pada proses pembelajaran sangga kami adalah dimulai dari kesadaran pada tubuh fisik ( rupa ), mengenal jiwa, kedalaman perasaan serta pikiran sebagai persepsi tertinggi, lalu yang terpenting adalah kesadaran rohani, yang dikenal dengan panca skanda, catur kanda dan bavana wikrama.

Selanjutnya kami kultivasi dengan penanaman bija aksara, lalu menghubungkan dengan sumber hidup pada bulan, bintang sampai matahari sebagai sumber cahaya hidup. Kemudian dikuatkan dan diikat melalui ritual homavajra, setelah itu dilakukan penobatan atas amanah hidupnya dengan metode pengenalan karma masa lalu.

Bagi sahabat yang belum mampu menyadari kesadaran sendiri, atau sudah lelah bertubuhkan yang tidak memiliki kesadaran, kami dengan senang hati akan membantu menuntun pada kesadaran yang diinginkan, sesuai dengan tautan energi hidup dari masa lalu, masa kini sampai masa yang akan datang. Metode ini sudah teruji telah mampu membangkitkan kesadaran hidup para leluhur dari ribuan tahun yang lalu.

Fakta! Kesedihan Istri Bisa Bikin Keluarga Hancur

Fakta! Kesedihan Istri Bisa Bikin Keluarga Hancur
Ilustrasi photo via pikiranrakyat.com

Menjalani Kehidupan rumah tangga, bagi seorang wanita tentu banyak pertimbangan, bahkan menjadi keputusan yang sangat berat, meski sesuatu yang sangat kondarti.

Untuk memahami hidup di keluarga dan lingkungan yang baru, wanita membutuhkan waktu dan hati yang sangat tabah untuk menjalaninya, apalagi tantangan berat yang datang dari mertua, ipar dan suami sendiri.

Hal tersebut membuat ada saja kisah wanita setelah menikah.

Fakta! Kesedihan Istri akan membawa petaka bagi keluarga suaminya, begitu juga sebaliknya.

Hal ini sudah terjadi dan banyak sudah pengalaman yang bisa dilihat dari kehancuran rumah tangga seseorang yang dimana istrinya disakiti, dihianati.

Masuara, Kulkul Pajenengan Puri Agung Klungkung



Kulkul Pajenengan Puri Agung Klungkung malam kemarin kembali masuara, pukul 20.20 kemarin 24/3/20 didengar dari Daerah Sidemen Karangasem. Jro Mangku Juga sudah dapat pawisik.

Jika dilihat dari bencana-bencana yang sebelumnya, jika kulkul Pajenengan Puri Klungkung ini bersuara/berbunyi akan terjadi mara bahaya atau musibah bencana alam. Maka dari sebab itu, masyarakat Bali diminta agar selalu waspada dan berdoa.

Dari yang sudah-sudah dan kembali terjadi suara yang timbul dari kulkul Pajenengan Puri Klungkung ini, apakah Bali akan mendapat bencana atau semacamnya? Kata Jero mangku yang dikutip dari akun Facebook  Dewi Susilawati mengatakan;

Ampura Sareng Sami ngih, Nyening Kulkul Pajenengan Puri Agung Klungkung memang betul masuara. Banyak pemedek yang tangkil sebelumnya memastikan kebenarannya sareng pengayah irika.  Selesai hari raya bratha Penyepian Niki akan disebarluaskan mewantenan napi manten untuk menjauh kita dari musibah ini. Yening presida Tangkil, takenang langsung ngih, demi keselamatan iraga sareng sami. Tunas Tirta, karyaning wewantenan nyane dan katur antuk sire takenan langsung. Karena sampun polih sabda,/pawisik oleh Ida Pajenengan Puri Klungkung.

Dari inti tulisan dari Dewi Susilawati diatas yang mungkin merupakan anak dari Jero mangku tersebut, bahwa selesai Hari Raya Bratha Penyepian akan di Sebarluaskan berita ini.

Kita tunggu dan memastikan Banten atau persembahan apa saja yang di haturkan, dengan harapan Bali kembali Rahayu seperti sedia kala.

Rahayu Bali, Rahayu Semeton, Rahayu alam semesta.

Cara Membuat Banten Untuk Hari Raya Nyepi

Sehari sebelum hari Raya Nyepi umat Hindu akan melakukan Upacara Tawur Agung Kesanga. Kegiatan ini dilakukan berjenjang dari tingkat provinsi akan dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih, kemudian ditingkat kabupaten/kota, kecamatan, desan hingga rumah tangga.

Upacara ini merupakan ritual agama yang tidak terpisahkan dari hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi itu sendiri merupakan sebuah simbol penyucian dunia mikro (Buana Alit) atau diri sendiri baik dari pikiran dan perkataan juga perbuatan negatif, sekaligus penyucian dunia makro (Buana Agung), alam semesta dan isinya untuk keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

Serangkaian banten hari raya Nyepi ini akan di haturkanh sehari menjelang Nyepi sebagai Yadnya bagi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Secara rinci berikut adalah serangkaian banten yang akan dihaturkan pada Upacara Tawur Agung Kesanga

Banten Nyepi untuk Rumah Tangga:



  1. Ring Pamrajan / Sanggah / tempat bersembahyang keluarga; Menghaturkan Banten Pejati, yaitu Pras, Ajuman, Daksina, Ketipat kelanan, Canang Lengawangi Buratwangi.
  2. Di Natar Mrajan / Sanggah ; Menghaturkan segehan / nasi putih kuning atanding. Di Jaba / Lebuh / bagian luar sebelum masuk ke halaman rumah: Mendirikan/nanceb sanggah cucuk disebelah kanan kori / pemedalan, disanggah cucuk munggah banten Daksina, Pras, Ajuman, Dandanan, ketipat kelanan, Sesayut penyeneng, janganan kajang panjang, pada sanggah cucuk digantung ketipat kelanan, sujang/cambeng berisi tuak, arak, brem dan air tawar.
  3. Dibawah sanggah cucuk menghaturkan segehan Manca Warna (segehan dengan 9 warna, sesuai arah pangider-ideran sebanyak 9 tanding). Lauknya olahan ayam Brumbun atanding, disertai dengan tabuhan arak, Brem, Tuwak serta air tawar, di haturkan kehadapan Sang Bhuta Raja dan Sang Kala Raja.
  4. Segehan nasi cacahan 108 tanding dengan ulam jajron matah serta dilengkapi dengan segehan agung asoroh, serta tetabuhan arak, tuak, brem, Air tawar, dihaturkan kehadapan Sang Bhuta Bala dan Sang Kala Bala, semua sarana diatas dihaturkan di bawah, pada waktu sandhi kala.


Dan semua anggota keluarga (kecuali yang belum tanggal gigi / makupak) menyucikan diri dengan natab banten Bayakala, dan Banten Prayascitta serta natab banten Sesayut pamyak kala, dihalaman / natah rumah masing-masing. Setelah itu dilanjutkan dengan pangrupukkan (mabuu-buu) mengelilingi rumah / pekarangan dengan sarana api (obor/prapak) serta membunyikan bunyi-bunyian seperti kulkul bambu atau yang lainnya, menyemburkan bawang merah, jangu dan masui (disebut trikotuka) mengelilingi pekarangan rumah.

Cara Mencegah Virus Corona Dengan Cara Tradisional

elain mengikuti tips dan cara mencegah Virus Corona yang telah disampaikan pemerintah, seperti mencuci tangan, menggunakan masker dll. Izinkan saya menyampaikan Tips Mencegah Virus Corona dengan cara tradisional.

1. Daun Kelor 1.5 gr (segar)
Kunyah dan telan. Lakukan pagi, dan malam sebelum tidur.
Ini bermanfaat untuk meningkatkan anti Inflamasi (anti radang), Anti Bakteri.

2. Daun Kelor 20 gr (segar) ditambah sayuran lainnya: Brokoli, Wortel, Labu Jipang dll). Boleh ditumis, atau disayur bening.
Ini bermanfaat untuk meningkatkan Vitamin C, Antioksidan dll.

3. Jus Wortel
(Wortel 150 gr, Air 1 gelas, blender, saring). Minum pagi dan sore.
Ini bermanfaat untuk meningkatkan pH di pencernaan.

4. VCO Kelapa Hijau non fermentasi
1 sdm (pagi dan malam).
Ini bermanfaat sebagai Anti Virus.

NB:
Tips di atas tidak disarankan bagi penderita Darah Rendah, Gagal Ginjal, Sirosis Hati (Kerusakan Hati), dan Hepatitis.

Semoga tips ini bermanfaat.
Mari sama-sama kita doakan,
semoga wabah ini tidak berlanjut.

Cara Anti Sipasi Supaya Tidak Tertular Virus Corona




Virus corona  merupakan salah satu virus yang paling di takuti didunia, selain virus ini dapat menyebar secara cepat namun dapat membunuh manusia secara singkat, penyebab dari wanah ini adalah coronavirus jenis baru yang di sebut dengan novel corona viruss, penyakit ini termasuk golongan virus penyebab severe acute respiratory syndrome ( SARS ) dan middle east respiratory syndrome ( MERS ).

Langkah-langkah Mencegah Virus Corona



1. Membasuh tangan dengan benar
Membasuh tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Basuhlah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya 15 detik. pastikan seluruh bagian tangan di basuh dengan bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk yang bersih, atau mesin pengering tangan.

Jika anda adalah pekerja yang berada didalam transportasi umum, maka akan sulit untuk menemukan air dan sabun. anda bisa membersihkan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol 50% atau 60% agar lebih efektif membasmi kuman.

Abasuhlah tangan secara teratur, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah menggunakan toilet, memegang hewan/ binatang, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. basuh tangan juga penting di lakukan sebelum menyusui bayi atau memeras ASI.



2. Menggunakan masker
Ada 2 jenis masker yang bisa anda  gunakan untuk penyegahan virus corona, yaitu masker bedah dan N95.

Masker bedah atau surgical mask merupakan masker yang sekali pakai yang umu di gunakan. masker ini mudah di temukan, harganya terjangkau, dan nyaman di pakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap keluar, sementara sis dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan resiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus corona.

Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang di rancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya diudara. jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus corona. meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya relatif mahal.

Setelah melepas masker, basuhlah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel pada tangan.



3. Menjaga daya tahan tuhbu
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, kamu disarankan untuk mengomsumsi makanan sehat, yaitu seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, makanan protein yaitu telur, ikan, dan daging tanpa lemak.selain itu, rutin olahraga, tidur yang cukup,tidak merokok, dan tidak minum-minuman yang ada alkohol dan juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus corona.



4.Tidak pergi ke negara yang terjangkit
Tidak hanya tiongkok, penyakit infeksi virus corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, yaitu di antaranya negara jepang,  china,  korea selatan, hongkong, taiwan, india, dan ngera lainya. virus corona sudah terkonfirmasi ditemukan di negara tetangga indonesia, yaitu singapura, malaysia, thailand, vietnam, dan filipina. agar tidak tertular virus ini, kamu disarankan tidak berpergian ke tempat yang ramai atau berpergian ketempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus corona.



5.Menghidari kontak dengan hewan yang menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru di duga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh bebrapa hewan mamlia dan reptil. oleh karena itu kita harus waspada dan menhindari hewan-hewan tersebut. jika ingin mengomsumsi daging dan ikan dipastikan harus di cuci dengan bersih dan dimasak hingga benar-benar matang. hindari mengomsumsi daging dan ikan yang sudah busuk.

Bila anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak nafas, apabila dalam 2 minggu terakhir anda berpergian ke tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus corona, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat di pastikan penyebabnya dan penanganan yang tepat.

Pernah Mimpi Sembahyang? Ini beberapa Maknanya

Pernah Mimpi Sembahyang? Ini beberapa Maknanya
ilustrasi photo via arahmimpi.blogspot.com
Mimpi merupakan Bunga tidur dimana setiap mimpi mempunyai maknanya sendiri dan merupakan sebuah pertanda bagi yang mempercayainya. Berikut ini merupakan ulasan dari Makna Mimpi Sembahyang;

Arti mimpi sembahyang di Pura adalah baik di mana Anda akan menemui banyak kebaikan dari orang-orang di sekitar Anda. Hal ini tak mengherankan karena kegiatan sembahyang di pura juga adalah aktivitas yang baik dan sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.

Arti mimpi  sembahyang di Vihara adalah akan mendapat rezeki . Rezeki ini bisa berupa kesehatan yang menjadi berkah, mendapat keuntungan finansial ataupun berhasil dalam bidang pendidikan. Makna Mimpi yang bagus ini adalah karena vihara merupakan tempat suci dan dengan beribadah juga pastinya akan memberi ketenangan batin sehingga bisa lebih fokus dalam mencari rezeki di jalan yang benar.

Arti mimpi  sembahyang di tempat suci adalah akan mendapat kebajikan dari orang-orang yang sebelumnya pernah ditolong. Sudah bukan rahasia lagi bahwa setiap tindakan baik sekecil apapun yang dilakukan akan mendapat imbalan berupa kebaikan pula di masa yang akan datang. Sehingga, mimpi ini sekaligus menjadi tanda bahwa perbuatan baik di masa lalu akan segera dibalas dengan perbuatan baik pula. Demikian adalah tafsir mimpi yang berhubungan dengan aktivitas sembahyang di tempat-tempat peribadatan agama tertentu. Rata-rata memang memiliki arti yang baik dan memberi sinyal bagus mengenai apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika terdapat penjelasan yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma…

Like & Share Jika Bermanfaat

Melaksanakan Hari Raya Nyepi Yang Sebenarnya



Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali yaitu Melasti, Tawur (Pecaruan) dan Pengerupukan.

Keesokan harinya, yaitu pada pinanggal pisan, sasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10), tibalah Hari Raya Nyepi sesungguhnya. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan tapa, brata, yoga, dan semadhi.

Tapi dijaman sekarang ini banyak yang masih ingat apa itu Catur Brata tapi banyak yang melupakan apa itu makna dan bagaimana pelaksaan sesungguhnya dari Catur Brata. Contohnya saja pelaksanaan dari amati lelanguan dan amati lelungan.Dimana tidak boleh bepergian dan dan melakukan hiburan masih banyak yang tidak melaksanakannya.

Marilah di Hari Raya Nyepi yang sebentar lagi akan datang kita melaksanakan Catur Brata karena  semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan pada tahun yang baru.

Mengenal Leluhur Maha Gotra Tirta Harum


MENGENAL LELUHUR MAHA GOTRA TIRTA HARUM
ilustrasi photo via banglikab.go.id/
Tiga figure sejarah yang menjadi legenda di Bali masing-masing Dhang Hyang Subali, Dhang Hyang Jaya Rembat dan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa adalah merupakan tokoh sejarah yang menjadi leluhur prati sentana Maha Gotra Tirta Harum.

Dhang Hyang Subali dan Dhang Hyang Jaya Rembat dalam khasanah sejarah Bali adalah merupakan manggala dan bhagawanta Dalem Samprangan yang menjabat sebagai Adipati di Bali yang diberikan otoritas memerintah Bali oleh Raja Majapahit Sri Natha Hayam Wuruk, sedangkan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa adalah seorang tokoh penting dalam strata birokrasi pemerintahan di Majapahit dikenal dengan sebutan Sapto Prabhu. Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa dikenal dalam khasanah sejarah dalam periode imperium Kerajaan Majapahit menduduki tahta kerajaan di Kedatuan Wengker, Daha dan Keling.

Dhang Hyang Subali berdasarkan sejarah tradisi lisan di Bali dan beberapa babad serta pariagem adalah orang tua dari Ni Dewi Njung Asti, sedangkan Dhang Hyang Jaya Rembat menjadi ayah angkat dari Sang Angga Tirta dan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa adalah ayah biologis dari Sang Angga Tirta yang kelahirannya dikaitkan dengan Pura Tirta Harum.

Mengikuti genelogi atau hubungan kekerabatan dari ketiga tokoh sejarah yang melegenda di Bali itu maka diketahui bahwa Dhang Hyang Subali adalah kakek dari Sang Angga Tirta, sedangkan Dhang Hyang Jaya Rembat menjadi orang tua angkat dari Sang Angga Tirta setelah diangkatnya Sang Angga Tirta sebagai dharma putra dan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa adalah ayah biologis dari Sang Angga Tirta.

Fakta sejarah yang terungkap  kemudian setelah diadakannya penelitian atas prasasti Tamblingan menurut efigraf I Gusti Made Suwarbhawa dari Balai Arkeologi Denpasar diketahui bahwa prasasti yang dikeluarkan oleh Paduka Bhatara Parameswara Shri Wijaya Rajasa antara lain : prasasti Her Abang II, prasasti Tamblingan, prasasti gobleg, prasasti Pura Batur C. Paduka Bhatara Parameswara Shri Wijaya Rajasa didalam naskah Pararaton dikenal bernama Bhre Wengker wafat pada tahun saka gagana rupa anahut wulan 1310 saka atau 1388 Masehi, juga dikenal dengan nama Raden Kudamerta, ia juga dikenal dengan sebutan Bhre Parameswara, bergelar Paduka Bhatara Matahun Shri Bhatara Wijaya Rajasa  nama wikrama Tungga Dewa, Bhatara Shri Parameswara Sang Mohta ring Wisnubhuwana.

Menurut hasil kajian dari Balai Arkeologi Denpasar itu yang mengungkapkan bahwa Paduka Shri Parameswara Sang Mohta ring Wisnubhuwana itu analog dan cocok dengan sebutan atau paraban yang disuratkan pada babad Purana Batur yang secara tekstual menyebutkan bahwa Ni Dewi Njung Asti dipersunting oleh Bhatara Wisnu Bhuwana dan berputra Sang Angga Tirta.

Dengan demikian mitos yang dituangkan dalam babad Purana Batur yang bersifat kultus dewaraja adalah nama lain daripada Shri Wijaya Rajasa yang tersurat dibeberapa prasasti yang dikeluarkan oleh beliau seperti prasasti Tamblingan, prasasti Tulukbiu dan prasasti lainnya.

Hasil inventarisasi nama-nama yang merujuk pada figur sejarah Shri Wijaya Rajasa antara lain : Raden Kudamerta , Bhre Wengker, Bhre Parameswara, Paduka Bhatara Matahun, Shri Bhatara Wijaya Rajasa, nama Wikrama Tungga Dewa, Paduka Shri Maharaja Raja Parameswara Shri Wijaya Sakala Prajanandakarana, Dalem Keling, Bhatara Guru, Bhatara Shri Parameswara Sang Mokta ring Wisnubhuwana.

Candi Wisnubhuwana berlokasi di Manyar Kabupaten Gresik Jawa Timur menurut para arkeolog diketahui disebut sebagai Candi Wisnu Bhuwana setelah ditemukannya prasasti Biluluk bertarih 1391 Masehi.  Berangkat dari realitas sejarah sedemikian, maka ketiga tokoh legendaries sejarah itu adalah menjadi leluhur Maha Gotra Tirta Harum. Jika Dang Hyang Subali dan Dang Hyang Jaya Rembat dating ke Bali pada tahun 1350 Masehi, bersama-sama dengan Sri Kresna Kepakisan dan dikukuhkan sebagai manggala Bhagawanta Dalem Samprangan, maka Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa justru dating ke Bali pada tahun 1380 Masehi. Dalam Purana Batur disuratkan bahwa Bhatara Wisnu Bhuwana dijuluki sebagai Bhatara Guru sebaga “ nabe “ dari Dalem Ketut Ngelusir .

Kemelut dan krisis kepemimpinan penguasa di Bali pada tahun 1380 Masehi mendorong Raja Majapahit Sri Natha Hayam Wuruk menugaskan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa seorang anggota Pahoem Narendra yang lebih dikenal dengan nama kelompok Sapto Prabhu di Kedatuan Majapahit untuk melaksanakan pergantian mahkota kerajaan dan menata pemerintahan di daerah taklukan Bali.

Kalau dicermati tugas pokok Bhatara Sapto Prabhu yang dikenal dalam naskah Negarakertagama dengan sebutan Pahoem Narendra adalah : mengurus soal keuangan raja, menetapkan dan mempertimbangkan pergantian mahkota dan urusan kebijaksanaan kerajaan. Merujuk dari tugas pokok yang tertuang dalam Pahoem Narendra itu member petunjuk kepada kita bahwa kedatangan Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa ke Bali adalah tugas penting yang bersifat strategis. Jadi pada hakekatnya kehadiran dan kedatangan Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa ke Bali bukan semata-mata bertugas sebagai Dhang Guru Nabe dari Dalem Ketut Ngelusir tetapi bagaimana menata pemerintahan di daerah ini dan melaksanakan pergantian mahkota karena adanya krisis kepemimpinan di Bali.

Dalam Purana Batur disuratkan bahwa Bhatara Wisnu Bhuwana dijuluki sebagai Bhatara Guru sebaga “ nabe “ Dalem Ketut Ngelusir. Tapi interpretasi dari berbagai babad dan prasasti terungkap bahwa kehadiran Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa yang berpesraman di Pura Dalem Tengaling Kbupaten Bangli adalah untuk menata pemerintahan di Bali dan untuk mengembalikan kredibilitas Kerajaan Majapahit di daerah Bali.

Dengan asumsi demikian maka kedatangan Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa seperti yang tersurat dalam 2 prasasti masing-masing Prasasti Her Abang II berangka tahun 1384 Masehi dan Prasasti Tamblingan III berangka tahun 1398 Masehi itu adalah orang kuat dan sangat berperanan penting yang diutus Raja Majapahit untuk melaksanakan pergantian mahkota Bali.

Gelar abhiseka yang tersurat dalam prasasti Her Abang II dan Prasasti Tamblingan III berupa lempengan tembaga saat ini tersimpan di Pura Tuluk Biyu Kintamani yakni manuskrip kuna menyebut gelar : Paduka Sri Maharaja Raja Parameswara Sri Sakala Raja Nanda Karana.

Gelar abhiseka ini member petunjuk pada sejarahwan bahwa gelar dan abhiseka seperti yang termaktub dalam dua prasasti penting itu adalah merupakan gelar tertinggi yang dimiliki raja yang berkuasa. Pemakaian gelar tesebut tidaklah sembarangan, hanya figure atau individu dengan kekuasaan tertinggi dan menentukan yang berhak menyandangnya.

Dalam kronik-kronik Dynasti Ming disebutkan bahwa sejak tahun 1377 Masehi terdapat dua penguasa Jawa yang mengirimkan duta dan hadiah ke Kaesar Cina. Raja Kedaton Barat disebut sebagai Wu-Lao Po Yuan, Raja Kedaton Barat tersebut adalah ejaan Bahasa Cina dari Bhre Prabhu atau penguasa tertinggi kerajaan. Identifikasinya jelas pada Raja Hayam Wuruk yang masih bertahta di Majapahit. Sedangkan yang bertahta di Kedaton Timur adalah disebut sebagai Wu-Yuan-Lao Wang Chieh. Raja Kedaton Timur tersebut adalah Bhre Wengker. Fakta sejarah ini memberi petunjuk bahwa Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa adalah raja besar di Kedaton Timur meliputi Kerajaan Daha, Wengker, dan Keling. Berdasarkan data ikonografis yang ditemukan di lapangan maka daerah kekuasaan raja di Kedaton Timur secara geografis membentang di dua kabupaten di Jawa Timur masing-masing di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Madiun saat ini.

Menurut naskah Pararation Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa nama kecilnya dikenal bernama Raden Kuda Amerta. Beliau adalah paman dari Raja Majapahit Hayam Wuruk. Di Kedatuan Majapahit beliau mempersunting putrid dari pendiri Kerajaan Majapahit Raden Wijaya yakni bernama Raja Dewi Maharajasa atau dalam khasanah sejarah dikenal dengan nama Dyah Wiyah Sri Raja Dewi yang diangkat sebagai Bhre Daha.Ikatan perkawinan ini menjadikan Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa memerintahkan kerajaan bersama-sama dengan permaisurinya. Dari hasil perkawinannya itu punya satu satunya putri tunggal bernama Paduka Sori. Dari realitas sejarah yang ditelusuri maka kita mengetahui bahwa Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa di Jawa hanya mempunyai seorang putri sehingga keturunannya di Kedatuan Majapahit adalah dari unsure wanita atau wadon.

Menurut Babad Purana Batur, Bhatara Guru atau Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa di Bali menurunkan tiga orang putri dan seorang putra. Putra bungsunya ini oleh Babad Batur atau Purana Batur dikisahkan lahir di Permandian Tirta Harum. Cuplikan yang tersurat dalam Purana Batur itu antara lain sebagai berikut : Bhatara Guru malih medrue putra lanang I Gede Putu, cahi putu manipuan cahi turunang Bapa ke Tirta Toya Mas Harum.

Di lokasi pancoran yang dicatat dalam Purana Batur dengan nama Toya Tirta Mas Harum, ini telah berdiri pura Tirta Harum yang merupakan salah satu pura bersejarah dan sekaligus menjadi juga pura kawitan, yang berhubungan dengan kisah Bhatara Wisnu Bhuwana yang mempersunting Dewi Njung Asti. Mitos yang tertuang dalam Purana Batur tentang sosok dan figur Bhatara Wisnu Bhuwana itu secara historis dapat dicermati dengan interpretasi yang benar dan utuh bahwa predikat dan sebutan yang tertuang dalam Purana Batur itu tiada lain adalah Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa. Dengan konklusi itu semua maka secara historis di Bali Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa mempersunting Ni Dewi Njung Asti dengan abhiseka Sri Aji Ayu Murub Rikanang Wilwatikta secara genealogis atau hubungan kekerabatan dari hasil perkawinannya berputra putrid masing-masing putri bernama Dewa Ayu Mas Magelung, putrid kedua bernama Dewa Ayu Mas Gegelang, putri ketiga bernama Dewa Ayu Mas Murub dan putra terakhir bernama Sang Angga Tirtha.

Dalam versi lain lontar Pura Dalem Siladri menyuratkan bahwa putra bungsu dari perkawinan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa dengan Ni Dewi Njung Asti oleh Dang Hyang Subali dianugrahi gelar I Dewa Gede Angga Tirta dan setelah dewasa diberi gelar I Dewa Gede Sang Anom Bagus.

Secara logika maka sangat wajar seorang kakek yakni Dang Hyang Subali berkenan member nama cucunya. Mencermati apa yang tersurat dalam lontar Pura Dalem Siladri itu maka secara historis tidak terbantah bahwa Ni Dewi Njung Asti adalah benar putri dari Dang Hyang Subali yang dikenal sebagai manggala dan bhagawanta Dalem Samprangan. Dang Hyang Subali berstana di Tohlangkir membangun tempat beryoga di Pura Bukit Batur berlokasi 150 meter di sebelah timur Pura Tirta Harum dan disekitar pasraman tersebut diberi nama Brasika.

Apa yang tersurat dalam lontar Pura Dalem Siladri itu cocock dan analog dengan sejarah lisan atau forklore yang secara tradisisonal turun temurun menceritakan bahwa Ni Deewi Njung Asti adalah putrid dari Dang Hyang Subali. Interpretasi yang mengaitkan Ni Dewi Njung Asti secara etimologis identik dengan Dewi Danu dan Bhatara Wisnu Bhuwana diidentikan dengan dewa penguasa air di darat adalah asumsi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip historiografi yang reflektif dan lojik. Bhatara Wisnu Bhuwana yang tersurat dalam Babad Purana Batur secara tersirat adalah berarti raja atau penguasa pelindung rakyat. Cara pandang rakawi yang menyuratkan dalam Babad Purana Batur yang berbau kultus dewa-raja sedemikian adalah wajar pada jamannya. Tetapi secara kritis peneliti sejarawan harus mampu memberi interpretasi yang benar terhadap apa yang tersurat dan apa yang tersirat.

Perspektif baru penulisan sejarah membutuhkan metodologi sejarah yang komprehensif dan pendekatan yang multidimensional untuk ditemukannya fakta sejarah yang obyektif dan terukur validitasnya, hendaknya menggunakan metode analisis sejarah yang dikenal dalam terminology ilmiah disebut metode pendekatan struktural, agar dapat diketahui oleh sejarawan sttruktur kemasyarakatan, struktur birokrasi, struktur perwilayahan dalam bingkai waktu, peristiwa dan pelaku sejarah secara lojik dan kritis, sehingga para peneliti dan penulis sejarah tidak terperangkap pada anakronisme penafsiran yang salah kaprah.

Putra bungsu yang bernama Sang Angga Tirtha inilah kelahirannya dikaitkan dengan Pura Tirta Harum yang dikenal dalam khasanah sejarah sebagai cikal bakal pratisentana Maha Gotra Tirta Harum di Bali. Dalam rentang waktu yang panjang karena titah dan kehendak sejarah putra satu-satunya dari Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa menurunkan “ warih “ keturunan yang menjadi raja-raja di Kerajaan Tamanbali, Nyalian dan Bangli.

Dari sudut pandang geneologi atau hubungan kekerabatan dapat ditelusuri bahwa dari segi kepurusa atau garis kebapakan darah yang mengalir di tubuh Sang Angga Tirta adalah darah kesatrya sedangkan dari unsur wadon atau gari keibuan mengali darah biru catur pandita atau kebrahmanaan. Dengan mengikuti realitas sejarah itu dapat diambil kesimpulan bahwa Sang Angga Tirta sebagai cikal bakal Maha Gotra Tirta Harum di Bali adalah figure kesatrya kebrahmanaan. Ia adalah Satrya Dalem karena ayah biologisnya Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa adalah raja di Kerajaan Wengker, Daha, dan Keling, sedangkan Ni Dewi Njung Asti sebagai wanita cikal bakal dan sumber benih dari Sang Angga Tirta adalah putrid dari Dhang Hyang Subali sebagai Manggala dan Bhagawanta Dalem Samprangan yang berdarah biru keturunan catur pandita di Bali.

Dari sudut pandang historis sosiologis dapat dicermati bahwa Paduka Parameswara Shri Wijaya Rajasa yang berputra Sang Angga Tirta adalah sebagai Wamsakarta Maha Gotra Tirta Harum di Bali. Wamsakarta adalah akronim yang deberikan oleh para peneliti sejarah bagi sosok atau figure sejarah yang berhasil mengembangkan dan membentuk kewangsaan atau klen tertentu dan menjadi raja-raja pada kurun waktu tertentu serta dicermati ikut menentukan jalannya sejarah.

Menurut antropolog Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus dijelaskan bahwa wangsa atau klen di Bali terbentuk pada kelompok keluarga patrilinial yang memiliki pemujaan leluhur atau nenek moyang menurut garis laki-laki. Jadi mereka yang tunggal kawitan. Kelompok keluarga patrilinial ini dalam format kecil di Bali disebut soroh dalam ssatu komonitas dadia, tapi nantinya setelah dalam kurun waktu tertentu karena kehendak jalannya sejarah maka soroh ini berkembang menjadi wangssa atau gotra. Hubungan kekerabatan yang merunut pada garis patrilinial di Bali sangat penting. Wamsakarta dalam sejarah nantinya menjadi simbul pemersatu dan penghubung jaringan kekerabatan yang semakin meluas dan melebar melampaui batas-batas territorial.

Prinsip patrilinial dimaksudkan hubungan kekerabatan melalui pria saja, dank arena itu mengakibatkan bahwa bagi tiap individu dalam masyarakat di mana semua kaum kerabat ayahnya masuk di dalam batas hubungan kekerabatannya, sedangkan semua kaum kerabat ibunya di luar batas kekerabatan itu.

Dinobatkan Raja Bali Sri Kresna Kepakisan sebagai adipati wakil Kerajaan Majapahit di Bali dalam rentang waktu yang lama ternyata telah membentuk wangsa tersendiri dalam system pelapisan masyarakat Bali. Lima belas orang Arya, beberapa orang Kesatrya, tiga orang Wesia, ratusan prajurit dank aula Jawa yang ikut dalam ekspedisi militer Gajah Mada itu dan kemudian menetap untuk menyertai Sang Adipati memerintah di Bali juga telah membentuk wangsanya sendiri-sendiri. Dalam rentang waktu yang panjang secara historis sosiologis terbentuk dan terbangun trah atau wangsa-wangsa seperti Wang Bang Kresna Kepakisan, Arya Tegeh Kori, Arya Pinatih, dan tidak terkecuali juga terbentuk dan terbangunnya klen atau trah Maha Gotra Tirta Harum.

Kondisi sosiokultural dalam masyarakat Bali pada gilirannya nanti menumbulkan adanya dualisme dalam pelapisan masyarakat Bali Hindu atau Bali Jawa yang dikenal dengan sebutan Wong Majapahit dan Wong Bali Mula atau Wong Baali Aga. Dengan kata lain masyarakat Bali terbagi menjadi dua golongan yaitu Hindu Bali yang merujuk kepada orang Majapahit Jawa dan keturunannya, dan Bali Mula atau Bali Aga yang merujuk kepada orang Bali Asli yang dikalahkan oleh Kerajaan Majapahit. Secara hirarki masyarakat Bali yang merunut garis lurus hubungan kekerabatan atau genealogi sedemikian ternyata sampai kini sangat dominan mewarnai strata kekerabatan dan sosiokultural di Bali.

Paduka Bhatara Parameswara Sri Wijaya Rajasa dari realitas sejarah yang berhasil ditelusuri adalah wamsakarta bagi semua keturunanya dari garis patrilinial di Bali yang merujuk pada kelompok keluarga yang tunggal kawitan dan terbukti secara historis menurunkan warih yang menjadi raja-raja di KerajaanTamanbali, Nyalian dan Bangli selama kurun waktu lebih dari lima abad yakni sejak madeg ratunya Sang Garbajata hasil perkawinan Sang Angga Tirta dengan Ni Luh Ayu Sadri dan menjadi Raja Tamanbali sejak tahun 1524 Masehi. Diangkatnya Sang Garbajata sebagai Manca dengan kedudukan di Tamanbali nantinya bergelar abhiseka I Dewa Tamanbali sebagai Raja Kerajaan Tamanbali pertama.

Episode sejarah dengan diangkatnya Sang Garbajata sebagai Raja di Kerajaan Tamanbali pada tahun 1524 Masehi adalah merupakan tonggak sejarah yang sangat penting dalam khasanah sejarah Bali, sebab dengan menjadi rajanya keturunan trah atau klen Maha Gotra Tirta Harum dalam rentang waktu yang cukup lama dalam perjalanan sejarah maka nantinya keturunannya menyebar dan meluas melampaui batas-batas teritorial dan bermukim di seluruh persada Bali.

Dengan ditemukannya wamsakarta nantinya dapat digunakan sebagai instrument untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang sejarah terbentuknya system pelapisan sosial suatu masyarakat serta perubahannya. Komponen-komponen yang membentuk dan mengisi system itu tersusun berdasarkan asas keturunan yang kemudian disebut wangsa atau gotra.

Dari penelitian arkeolog Dr. Agus Munandar terungkap pakta sejarah bahwa pengaruh Majapahit di Bali dimulai sejak masa ketika Bali bernaung dibawah panji-panji kebesaran Wilwatikta di pertengahan abad ke-14. Bersamaan itu pula system pemerintahan di Bali disesuaikan penataannya  atas petunjuk pejabat Majapahit. Pejabat Majapahit itu tiada lain adalah Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa selama lebih dari 9 tahun bermukim dan berkiprah di Bali setelah penaklukan Bali oleh Kerajaan Majapahit maka beliau bertugas mengawasi pemerintahan di Bali. Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa memberi petunjuk dan pembelajaran bagi Dalem Ketut Semara Kepakisan yang umurnya masih relative muda untuk melaksanakan tata pemerintahan yang benar. Masuknya kekusaan raja-raja Majapahit di Bali membawa pengaruh dan dampak yang mendalam pada penduduk dan masyarakat Bali.

Fakta sejarah yang terungkap kemudian betapa diakuinya peranan tokoh Shri Wijaya Rajasa terungkap secara tekstual penghargaan dari Dalem Sri Semara Kepakisan pada periode masa akhir Majapahit setelah Shri Wijaya Rajasa tiada lagi dengan kata-kata sebagai berikut : “ Setelah tiba di pusat kota ( Wilwatikta ) baginda Dhalem Shri Semara Kepakisan termenung sedih melihat kota sepi dan sunyi, hal ini membuat kekecewaan dihati baginda, teringat dengan cinta kasih Maharaja Shri Hayam Wuruk dan Raja Wengker Shri Wijaya Rajasa.

Pada bagian lain dari buku Sejarah Keluhuran Dhalem Suhunantara diungkapkan secara tertulis bahwa ada 3 ( tiga ) raja pada waktu paruman-agung di Wilwatikta memiliki tempat istimewa singghasana yaitu Maharaja Majapahit Shri Rajasa Negara yang disebut juga BRA Wijaya Pamungkas, Raja Wengker Shri Wijaya Rajasa dan Raja Bali Shri Semara Kepakisan .

Lebih jelas lagi betapa peranan tokoh Shri Wijaya Rajasa ketika mangkat hari Anggara Kasih bulan Jiesta tahun saka 1310 atau 1388 Masehi maka titah dari sang raja Shri Nata Hayam Wuruk ketika itu yang dibacakan oleh putrinya bernama Dyah Kusuma Wardhani sebagai berikut : pertama Sang Prabhu menyampaikan duka mendalam disertai doa puja mantra semoga beliau bersatu dengan atma Hyang Widhi di alam kelanggengan. Kedua Sang Prabhu juga berkenan memberikan penghargaan tertinggi kepada beliau yang telah tiada sebagai salah satu pahlawan atau pengabdiannya terhadap Majapahit.Ketiga menyerahkan keputusan pemilihan tempat selayaknya atas abu jenasah yang akan diprabhukan dan dicandikan nanti kepada musyawarah keluarga istana.

Abu jenasah Sang Bhatara Parameswara Shri Wijaya Rajasa akhirnya atas usul dan saran dari seluruh kerabat keluarga besar istana ditetapkan disimpan di Candi Wisnu Bhuwana desa Manyar Gresik.

Pemberdayaan rakayat dan masyarakat lewat kegiatan alih teknologi pertanian, penataan system pemerintahan kerajaan di Bali disesuaikan penataannya atas petunjuk arahan Dhang Guru Nabe sebagai pejabat tinggi Majapahit yang diberikan otoritas dan mission untuk menertibkan dan mengamankan daerah taklukan Bali. Mencermati kiprah Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa lebih dari 9 tahun di Bali maka dapat diambil kesimpulan bahwa figure sejarah Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa dapat disebut sebagai tokoh Cultural-Hero pembaharu system sosio cultural masyarakat pada jamannya di Bali sejajar dengan peranan dan kiprah Rsi Markandya, Mpu Kuturan dan Dhang Hyang Nirartha di Bali. Sebagai pahlawan budaya Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa dalam kiprahnya di Bali diketahui merintis budaya pemberdayaan masyarakat mulai dari penataan system pemerintahan, system kemasyarakatan dan merubah serta menata sosiokultural masyarakat yang diadopsi dari system sosiokultural yang dianut di Kerajaan Majapahit.

Ketiga figure sejarah di Bali itu masing-masing Dhang Hyang Subali berpesraman di Tohlangkir, Dhang Hyang Jaya Rembat berpesraman di Sila Parwata dan Paduka Parameswara Sri Wijaya Rajasa berpesraman di Pura Dalem Tengaling Kabupaten Bangli sehingga di Bali beliau lebih dikenal dengan sebutan Dalem Keling.

Sang Angga Tirta sebagai cikal bakal leluhur Maha Gotra Tirta Harum di Bali diketahui beristtri Ni Luh Ayu Sadri. Dari perkawinannya yang adhi luhung lahir putra-putra bernama Sang Anom, Sang Telabah, Sang Rurung dan Sang Anjingan.

Sang Anom dalam blantika sejarah dikenal dengan sebutan Sang Garbhajata oleh Dalem Waturenggong diangkat sebagai Manca  di Tamanbali dan bergelar I Dewa Tamanbali.

Tonggak sejarah dinobatkannya Sang Garbhajata sebagai raja Tamanbali itu merupakan moment historis yang sangat penting sebagai babak baru lahirnya Kerajaan Tamanbali dalam blantika sejarah Bali yang jarang dituangkan secara tekstual baik oleh para rakawi yang menulis babad maupun penulis pamancangah.

Di jaman dahulu sebutan atau predikat “ sang “ dipakai sebagai identitas diri, tetapi karena telah beralih jabatan dan fungsi sebagai raja, maka predikat itu berangsur-angsur ditinggalkan. Akan tetapi mereka-mereka yang dikenal sebagai keturunan dari Sang Telabah, Sang Rurung, dan Sang Anjingan menurut tradisi lisan atau sejarah lisan tetap memakai predikat “ presanghyang “. Jejak sejarah yang gelap tentang keturunan atau leluhur soroh sang itu yang diketahui sampai saat ini ada yang menyebut diri sebagai soroh Sang Kengetan, Sang Kelingan, Sang Kembengan, Sang Bentuyung, Sang Keliki, Sang Bukit dan Sang Kaler.Mereka yang dikenal dengan sebutan soroh sang ini secara historis juga adalah tercatat dalam realita sejarah tentu menjadi satu leleuhur dalam keluarga besar Maha Gotra Tirta Harum.