Inilah 4 Alasannya Kenapa Cewek Bule Jatuh Hati Dengan Pria Bali

Bule suka Orang Indonesia

Beberapa kali saya liburan ke Kuta Bali (memang saya orangnya suka jalan-jalan bro) bosen di rumah terus… nah kebetulan saya rata-rata menghabiskan waktu seharian di pantai.

Maklum bro soalnya saya suka kelupaan kalau lagi liburan makanya saking senengnya liburan, saya sampai lupa bekerja. Nah, kebetulan saya perhatikan dan bergaul sama orang-orang yang kategori anak pantai… dan melihat mereka berstatus pacaran sama Cewek Bule atau mungkin sudah kimpoi sama tuh cewek western (bahasa kerennya). Udahlah basa basinya langsung aja bro ke TKP.

Penduduk Bali disebut sangat ramah-ramah dan bersahabat. Bahkan, situs yang mendunia menyebutnya sebagai orang paling ramah di dunia. Di Bali, semua orang bisa meminta bantuan tanpa ragu-ragu. Yang lebih menyenangkan, masyarakatnya akan menolong dengan penuh senyuman mereka.  
“Penduduk Bali sangat memiliki jiwa spiritual yang tinggi dan berjiwa patriot”. Bepergian dengan mereka membuat banyak turis merasa nyaman. Banyak saya mendengar tentang keramahan orang Bali atau orang Indonesia yang menetap di Bali dari opini langsung para cewek western (bule itu sendiri).

Inilah 4 Alasannya Kenapa Cewek Bule Jatuh Hati Dengan Pria Bali

1 Surfer

Karena mungkin sudah bawaan dari negara mereka bro… olahraga itu merupakan hal yang tidak kalah penting buat menjaga kesehatan dan bentuk tubuh kita sendiri bro… nah, kalau cewek bule melihat para cowok lagi main surfing wiiih… mata mereka langsung kayak begini ni bro., wkwkwk..

2 Romantis

Siapa bilang orang Indonesia itu nggak romantis bro? Romantis itu sendiri bukan ada atau kebudayaan melainkan personal individual orang tersebut.
Bro sendiri taulah romantis itu salah satu kunci untuk membuat cewek pada klepek-klepek (bahasa planet mana tuh).

3 Eksotis

Nah bro, yang satu ini mungkin sudah menjadi karunia yang tidak boleh diremehkan lho bro… mau tau nggak 80% dari tang semua pacaran yang sekedar mau deket ama cowok lokal karena cewek bule sangat mengagumi dari keindahan warna kulit orang lokal itu sendiri bro…

Kata Cewek Bule sih sangat eksotis gitu..

4 Sederhana

Tahukah bro apa yang saya maksud disini?
Kadang yang indah itu hal yang sederhana bukan yang muluk-muluk atau terkesan maksain..
Nah, disana saya pernah bertanya kepada cewek bule, apa yang cewek bule suka dari cowok Bali… jawabannya ialah sangat simpel bro yaitu.. Sederhana.

Air Terjun Taman Punggul Abiansemal

Air Terjun Taman Punggul Abiansemal
Air Terjun ini belum memiliki nama 

Keindahan Air Terjun Taman Punggul sangat membuat mata para pengunjungnya terpesona, selain air terjunnya yang sejuk, pemandangannya juga sangat asri.

Lokasi Air Terjun ini berada di Taman Punggul, Abiansemal, Badung, bersebelahan dengan Pura Beji. Air Terjun ini belum memiliki nama. Berdasarkan informasi yang didapat, dilokasi tersebut sering diadakan Upacara keagamaan (melasti).

Menurut Ida Pemangku disana, air terjun ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru dipubiskan oleh griya pengelola tempat tersebut.


Siapa Bilang Ganja Legal di Belanda? Laporan Langsung Dari Belanda

Siapa Bilang Ganja Legal di Belanda
Penjual Bunga di Belanda juga Menjual Bibit Ganja, tahun 2019 Amsterdam
Orang Indonesia pasti akan terheran-heran apabila berkunjung ke Belanda. Disana warung kopi (coffee shop) tidak menjual kopi, melainkan Ganja. Hanya dengan menunjukan Identitas Diri (KTP atau Paspor) Anda sudah dapat menggunakan atau membeli ganja di coffee shops. Tidak ada penangkapan terhadap pengguna ganja. Padahal kalau Anda melihat keramaian di sekitarnya, terdapat polisi-polisi yang sedang patroli.

Bagi negara Belanda pengguna ganja adalah bukan ancaman melainkan sumber pemasukan negara. Oleh karenanya, seluruh penduduk di dunia dapat membeli dan menggunakan ganja disana. Tidak hanya anak muda, pasangan kakek nenek juga menjadi pemandangan yang sering kita jumpai di coffee shops. Pada tahun 2013, para ahli mengestimasi pajak yang dihasilkan coffee shops sebesar 400 juta euro (6 triliun rupiah).

Pertanyaan yang kemudian dalam benak saya bagaimana dan mengapa Belanda memulai sistem coffee shops?

Ide penerapan coffee shops dimulai pada tahun 1976. Pada tahun itu, Belanda menyadari perlunya pemisahan antara “hard drugs” (heroin, kokain dan sebagainya) dan “soft drugs” (ganja, hashish, dan sebagainya). Ganja dianggap sebagai Narkotika yang resikonya terhadap kesehatan manusia dapat ditoleransi,sedangkan heroin maupun kokain tidak.

Berbeda 180 derajat dengan negara kita. Ditahun yang sama Indonesia justru mengeluarkan UU Narkotika No.9 tahun 1976 yang menyatakan ganja merupakan Narkotika golongan 1 (setara dengan Heroin dan Kokain) yang berarti tidak memiliki manfaat medis dan memiliki potensi adiksi yang sangat tinggi.

Baru sekitar 4 tahun kemudian, Belanda merealisasikan coffee shop pertamanya di Amsterdam, Rotterdam dan Utrecht. Perkembangan coffee shops singgung luar biasa. Hingga akhir tahun 1995 terdapat sekitar 1.200 coffee shops, terutama di kota-kota besar dan menengah. Walaupun pada tahun 2000, jumlah coffee shops menurun menjadi 846 dan 666 pada tahun 2009.

Disatu sisi, menjamurnya jumlah coffee shops membuat pemerintah khawatir,. Fakta membuktikan beberapa facebook shops menjual  “hard drugs”, akibat kalah persaingan bisnis. Sehingga pada tahun 1994 pemerintah memperketat regulasi coffee shops dengan prinsip AHOJ-G yaitu:

  • A - no Advertising = coffee shops tidak boleh membuat iklan.
  • H - no Hard Drugs = coffee shops tidak boleh menjual heroin, kokain dan sebagainya. 
  • O - no Nuisance (Overlast dalam bahasa Belanda) = tidak boleh mengganggu kenyamanan lingkungan, seperti buang sampah atau parkir sembarangan 
  • J = dilarang berjualan kepada orang dibawah umur (Jeugdig dalam bahasa Belanda), anak dibawah umur juga dilarang masuk ke coffee shops.
  • G - Gram = batas maksimal transaksi pribadi dalam 30 gram setiap hari. 


Kemudian.pada tahun 1995, “Purple Government” (istilah untuk koalisi antara Partai Sosial Demokrat dan Partai Liberal yang merupakan koalisi partai pemerintahan pertama  tanpa koalisi Partai Kristen sejak 80 terakhir) menerbitkan dokumen resmi berjudul “Dutch Drug Policy: Continuity and Change”. Laporan itu menyebutkan bahwa Belanda akan tetap melanjutkan kebijakan pemisahan antara “hard dan “soft drug” serta menggaris bawahi bahwa coffee shops merupakan faktor penting kesuksesan kebijakan Narkotika di Belanda.

Di samping itu, laporan yang disusun oleh lembaga pemerintahan lintas pemerintahan ini menetapkan beberapa poin regulasi yang perlu diperketat, yaitu; usia minimal pembeli 18 tahun, transaksi diturunkan dari 30 gram menjadi 5 gram, dan stok maksimal coffee shop sebesar 500 gram.

Pada tahun 2000, kebijakan semakin diperketat dengan melarang penjualan minuman beralkohol dan jarak minimal antara coffee shops antara sekolah sejauh 350 meter.

Setelah 8 tahun menduduki kursi pemerintahan, “Purple Government” di gantikan oleh koalisi Partai Demokrat Kristen dan partai sayap kanan lainnya. Semwnjak tahun 2002 hinnga 2010, kabinet baru tersebut mengubah arah kebijakan Narkotika maupun coffee shops menjadi lebih keras (represif) dengan menerbitkan beberapa aturan baru.

Pertama “the Victor Art” tahun 2002 yang berfungsi sebagai penopang “the Demoncles Art ” sendiri diterbitkan.pada tahun 1999 guna memberi wewenang penuh kepada gubernur untuk menutup coffee shops jika diperlukan. Sedangkan aturan Victor berfungsi mengikat kerja sama antara penegak hukum, perusahan, energi, dan seluruh perangkat administrasi daerah untuk melakukan pendekatan represif, misalnya menangkap orang yang mencurigakan menanam ganja. Kedua, The “Wet Bevordering Integriteitsbeoordelingen door het Openbaar Bestuur” (BIBOB) yang pada prinsipnya berfungsi untuk mencegah hubungan kerja antara coffee shops dengan organisasi kriminal.

Apa yang dimaksud dengan hubungan coffee shops dengan organisasi kriminal?

Mereka menyebutnya dengan istilah “front-door/back-door paradox” dimana sesungguhnya coffee shops membeli ganja secara ilegal kepada organisasi kriminal lewat “pintu belakang” (back door) dan menjualnya secara legal lewat pintu depan (front door). Jadi dapat dikatakan pemerintah Belanda bekerja sama dengan organisasi kriminal untuk menjual ganja kepada masyarakat.

Sebagai catatan peraturan-peraturan di atas pada faktanya digunakan untuk mendeteksi dan menangkap petani ganja skala kecil  (rumahan) sehingga organisasi kriminal pemasok ganja tetap dapat menjalankan bisnisnya dengan baik.

Terlepas dari pradok diatas, tahun 2009 Kementerian Kesehatan, Kementerian Keadilan, dan Kementerian dalam negeri memberikan laporan yang mengenai fenomena coffee shops. Mereka sepakat bahwa cara paling ampuh untuk melepas ketergantungan dari or kriminal dengan meregulasi sistem pertanian ganja. Selain itu, laporan ini juga menggaris bawahi kesuksesan sistem coffee shops dalam mencegah masyarakat menggunakan “Hard Drugs” . Terakhir, laporan tersebut juga menunjukan bahwa beberapa coffee shop di daerah selatan Belanda  diam-diam banyak melakukan perdagangan ilegal sehingga mendapat kritik dari dunia internasional.

Evaluasi tersebut dijawab pemerintah pada tahun 2012 dengan eksperimen “wewd club” ; membuat sistem.keanggotaan berbasis coffee shops. Prinsip AHOJ-G disempurnakan dengan prinsip “B” (Be Stolen) partai kecil/tertutup, dan “I”  (Ingezetenen) berarti hanya untuk warga setempat.

Eksperimen tersebut tidak berhasil. Pertama masyarakat tidak mau mendaftar diri ke coffee shops karena takut privasinya terganggu. Kedua, masyarakat langsung membeli ganja ke organisasi kriminal. Hal ini kemudian membuat walikota , organisasi masyarakat, dan beberapa anggota parlemen menolak ide “weed club” zan mengajukan gagasan pertanian terkontrol. Utrecht dan Rotterdam menjadi kota pertama yang melakukan eksperimen tersebut dengan memberikan izin kepada pengguna ganja untuk menanam ganja secara kolektif.

Sampai detik ini saya mencari membaca tentang laporan dari Utrecht, Belanda, mereka masih melakukan sistem “from door /back door”. Satu-satu alasan kenapa Belanda belum dapat merealisasikan gagasan pertanian ganja terkontrol adalah karena mereka masih terkait dengan perjanjian Internasional. Walau bagaimanapun sistem coffee shops yang sudah di terapkan semwnjak tahun 1980 berhasil menjadikan Belanda sebagai salah satu bangsa yang angka pengguna ganja nya paling rendah di Eropa.

Siapa bilang ganja ilegal di belanda? Saya bilang, “di Belanda, legal untuk membeli ganja dari pasar gelap dan.kemudian menjual kepada masyarakat dunia. di atas usia 18 tahun.yang berada di wilayah Negara  Belanda”.


Sarung Pantai Bali di Produksi Desa Beng, Gianyar

Sarung Pantai Bali di Produksi Desa Beng, Gianyar

Jika Anda berencana liburan ke Bali pastikan membeli oleh-oleh unik untuk kerabat Anda adalah salah satu keharusan. Salah satu oleh-oleh yang khas yang gampang Anda dapatkan saat berlibur ke Bali adalah “Sarung Pantai”. Sarung pantai sangat unik dan telah menjadi populer di kalangan wisatawan lokal maupun asing. Sekarang sarung pantai menjadi ikon pariwisata di Bali.

Sarung Pantai sebagian besar diproduksi di daerah Kabupaten Gianyar, terutama di Desa Beng, sekitar 2 kilometer dari pusat kota Gianyar. Dari Bandara desa ini berjarak sekitar 45 menit menggunakan kendaraan. Jika Anda ingin mengamati seluruh proses pembuatan sarung pantai ini, Anda bisa langsung mengunjungi Desa Beng ini.

Produksi sarung pantai di desa Beng ini dilakukan masih dengan cara tradisional, tanpa mesin tekstil modern atau maju. Sebenarnya kegiatan ini sudah dilakukan turun-temurun oleh penduduk Desa Beng, karena tuntutan pasar meningkat, pada akhirnya sebagian besar penduduk desa ini mengubah profesi merdeka sebagai produsen sarung pantai. Sarung pantai ini terbuat dari kain rayon. Bentuknya persegi panjang berukuran 180 x 200 cm dan tak  sarung tidak dijahit dan dibiarkan berumbai.

Dalam proses pembuatan sarung pantai ini pertama adalah menggambar atau membuat pola setelah itu akan dicanting menggunakan malem (candle) dan setelah itu mulailah proses pewarnaan khusus.

Dalam sehari, para pembuat sarung pantai ini bisa menyelesaikan 50 lembar bahkan lebih. Sarung-sarung ini distribusikan ke pasar seni Sukawati  atau daerah-daerah objek wisata di Bali. Selain distribusikan di pasar lokal, sarung pantai ini juga banyak peminatnya dari luar Bali yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan sebagainnya. Tak cuma itu, sarung-sarung pantai ini.juga diekspor ke luar negeri seperti Australia, Jepang, Belanda dan sebagainnya.

Membeli oleh-oleh sarung pantai di pasar lokal memang lebih mudah. Namun, jika Anda tertarik dengan dan bersedia untuk mengamatinya langsung proses pembuatannya, Anda bisa langsung datang ke Desa Beng. Liburan semacam ini memberi kesan baik saat Anda liburan ke Bali.  

Warung Tipat Cantok Jro Man Gading Desa Beng

Warung Tipat Cantok Jro Man Gading Desa Beng

Mungkin ada diantara anda yang tinggal di Gianyar terutama di dekat Desa Beng dan ingin menikmati Tipat Cantok?

Warung Jro Man Gading menjadi salah satu referensi Anda.

Warung yang terletak dekat dengan Balai Banjar Lingkungan Kaja Kauh ini menyajikan makanan tipat cantok dengan harga terjangkau.

Letak lokasinya sebelum menuju Warung Babi Guling Pande Egi, Desa Beng.

Makanan berdasar ketupat dibalur bumbu kacang dicampur dengan sayuran seperti toge dan berisi potongan potongan tahu ini bisa anda nikmati dengan harga Rp 7000 saja.

Dijamin Anda akan puas dan kenyang.

Apalagi, ditambah dengan sebungkus kerupuk pasti sangat nikmat.

Selain tipat cantok juga tersedia jukut plecing, rujak, kopi, es teh, dan aneka minuman lainnya. (*)

Upacara Ngaben Hindu Bali Mengirim Kehidupan Kini ke Hidup Berikutnya

Upacara Ngaben Hindu Bali Mengirim Kehidupan Kini ke Hidup Berikutnya

Upacara Ngaben Bali atau Kremasi, adalah ritual yang dilakukan di Bali untuk mengirim almarhum dari kehidupan kini ke hidup berikutnya. Tubuh almarhum ditempatkan seolah-olah tidur, dan keluarga akan terus memperlakukan almarhum seperti tertidur. Tidak ada air mata yang ditumpahkan, karena almarhum sementara tidak hadir dan akan bereinkarnasi atau menemukan istirahat terakhirnya di Moksa (membebaskan dari reinkarnasi dan siklus kematian).

Hari yang tepat dari upacara Ngaben selalu konsultasi ke pendeta (Pedande) untuk memastikan untuk hari upacara Ngaben ini. Pada hari upacara mayat almarhum ditempatkan di dalam peti mati. Peti mati ini ditempatkan di dalam sarkofagus yang menyerupai kerbau (Lembu) ,Singa atau dalam struktur candi (Wadah) yang terbuat dari bambu, kayu, dan dihiasi ukiran dari kertas. Struktur kerbau atau candi akan dibawa ke tempat kremasi dalam suatu prosesi. Prosesi Ngaben tidak berjalan dalam garis lurus. Ini untuk membingungkan roh jahat dari almarhum.

Bali Ngaben

Ngaben adalah upacara terpenting di Bali. Karena tubuh manusia terdiri dari 10 elemen dasar. Satu 5 elemen yang kita sebut sebagai Panca Maha Butha atau atau 5 elemen kosmos makro: Pertiwi (tanah), Apah (air), Teja (api), Bayu (udara) dan Akasa (enter atau ruang). Dan 5 elemen kenangan lainnya yang kita sebut sebagai Panca Tan Matra yang merupakan 5 elemen yang mempengaruhi kita dari rasa kita yang terdiri dari: Ganda (dari hidung atau bau), Rasa (dari lidah), Rupa (dari mata), Sparsa (dari pengertian kulit), Sabda (dari telinga).

Setelah semua pembakaran dari kremasi masih ada langkah lain karena atman atau roh masih memiliki bagian lain dari unsur yang perlu dihilangkan yang kita sebut Panca Karmendriya atau dosa besar yang kita lakukan. Panca Karmendriya terdiri dari: Padendria (dosa yang datang dari jalan hidup kita), Payundria (dosa yang datang dari makanan yang kita makan saat hidup kita), Panendra (dosa dari tangan kita diciptakan), Upastenindia (dosa dari perilaku berhubung intim kita), dan Twakindriya (dosa dari ucapan kita atau dari mulut kita).

Upacara untuk “menghapus” dosa-dosa itu kita sebut sebagai “Nyekah” itu tidak berarti kita bebas dari dosa-dosa itu setelah Nyekah, tetapi sebenarnya adalah rekapitulasi dari dosa kita. Dan hasilnya menjadi laporan yang “Atman” atau roh miliki yang akan menghasilkan apakah ia akan bereinkarnasi atau tidak. Laporan ini sendiri kita sebut sebagai Karma Wasana. Jadi “Ngaben” pada dasarnya membantu Atman untuk mencapai statusnya secepat mungkin ke “Brahman” atau Tuhan ke tingkat berikutnya dan ada beberapa lapisan “pembungkus” yang perlu dihapus dengan melakukan Ngaben dan Nyekah.

Dan untuk orang-orang yang masih hidup, Ngaben dan Nyekah adalah filosofi yang baik yang mengingatkan kita untuk selalu menciptakan karma yang baik dalam hidup. Jadi laporan kami atau Karma Wasana dapat membawa kita ke Moksatham Jagathita  Ya Ca Ithi atau Dharma atau bebas dari reinkarnasi. Ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Hinduisme bukan tentang mendapatkan surga tetapi bagaimana menjadi satu dengan Brahman atau Tuhan.

Melindungi Bayi dari Gangguan Leak



Bagi umah Hindu Bali yang memiliki bayi baru lahir pasti memiliki kendala bayinya menangis terus menerus saat menjelang malam atau tengah malam dan terjadi pada saat menjelang hari-hari yang dianggap keramat, seperti sehari sebelum Kajeng Kliwon.

Orang Bali percaya hal tersebut disebabkan oleh adanya gangguan dari orang yang menjalankan ilmu leak yang sedang iseng saat mempraktekan ilmunya dengan mengganggu sang bayi, istilah Balinya “ade ne ngendah” yang artinya ada orang yang mengganggu, sehingga di batu tempat ari-ari ditanam, akan ditaruh kurungan ayam dan lampu, dan ditanam pandan berduri, bertujuan orang yang berilmu leak tidak dapat mengganggu sang bayi.

Adapun upacara untuk melindungi sang bayi setiap hari hingga dilaksanakannya 3 bulanan berikut ini upakaranya:

Perlindungan di Tempat Ari-ari

Segehan kepelan empat tanding, yang masing-masing beralasan daun dadap, diisikan bawang jahe, uyah, areng (garam yang dimohonkan kepada Dewa Brahma, garam tersebut “disentuhkan di atas cangkem paon” hingga terlihat ada arang yang mewarnai garam tersebut). Letakkan segehan, diatas batu ari-ari letakan juga, dupa 3 batang, haturkan segehan ini kepada Catur Sanak (saudara gaib manusia). Taruh bawang tunggal di atas ari-ari, saat bayi menangis, tekankan bawang tersebut ke batu ari-ari sebanyak 3x hingga keluar air, kemudian mohonkan kepada sang catur sanak menjaga sang bayi. Haturkan canang sari dan geti-geti di pelinggih sato yoni dan sanggah kumara, taruh juga bawang tunggal yang dimasukkan dengan pisau tumpul . Haturkan satu segehan kepada nyama bajang colong pengempu rare.

Kelabang mantri

Perlindungan di Kamar
Buat kelabang mantri yang berisikan duri canging, pandan duri, duri tumbuhan ‘kem’, sejengkal kayu dadap yang bercabang tiga yang pangkalnya dirajah dengan kapur (pamor) dengan tampak dare (tanda +), porosan, ikat dengan benang tridatu dan sebuah uang kepeng (pis bolong), letakkan uparengga kelabang tersebut di atas pintu kamar sang bayi, fungsinya untuk nyengker dan menghalangi energi negatif dari penganut ilmu leak yang ingin mendekati kamar tersebut.

Nah, itu saja cara melindungi bayi dari gangguan leak, semoga bermanfaat.

Misteri Leak Berwujud Kambing

Misteri Leak Berwujud Kambing

Berubah wujud menjadi kambing adalah kemampuan yang bisa dicapai oleh seseorang penekun ilmu leak yang baru berkecimpung didunia leak saat ia sudah menguasai ilmunya, dengan kata lain Leak Kambing masih termasuk kedalam golongan ilmu leak tingkat rendah.

Leak Kambing adalah leak yang paling sering menampakan diri setelah leak bojog dan leak gundul, mungkin karena leak jenis ini masih dalam tingkatan bawah, biasanya Leak Kambing sering muncul di perempatan yang dekat dengan kuburan, tempat kremasi mayat, dan jalan di sekitar rumah orang yang menjalankan ilmu leak kambing itu sendiri.

Menurut penuturan beberapa orang yang mengaku pernah melihat Leak Kambing, leak ini berukuran sama seperti kambing pada umumnya namun wujudnya aneh-aneh, yang paling sering dikabarkan leak ini berwujud kambing betina dewasa berbulu putih dan diikuti anak-anaknya yang berbulu hitam, konon leak kambing dewasa adalah orang yang menjadi guru pengeleakan yang sudah berilmu tinggi sedangkan anak-anak kambing tersebut adalah murid-muridnya yang masih berilmu rendah, mengingat leak juga mempunyai perguruan.

Selain wujud tersebut, masih banyak lagi wujud Leak Kambing ini. Ada yang mengatakan leak ini berwujud kambing berbulu lebat keemasan dengan telinga yang sangat panjang sampai terseret di tanah, kambing tanpa bulu, kambing tanpa kepala, kambing setengah manusia, kambing berekor panjang dan sebagainya, tergantung orang yang berubah wujud menjadi leak kambing tersebut.

Leak Kambing sangat jarang menyerang orang, tetapi wujudnya yang aneh cukup membuat ketakutan, ia hanya iseng dengan menakut-nakuti orang dengan mengikuti orang yang berpapasan dengannya sambil mengembek, bila merasa terganggu dengan leak kambing kita bisa mengerjakannya dengan melemparinya dengan batu atau menakutinya dengan kayu maka si leak akan lari.

Tetapi tidak boleh sembarangan, karena bila kita melakukan hal tersebut kepada Leak yang berilmu tinggi kita bisa sakit bahkan meninggal. Jadi yang paling tepat jika bertemu Leak Kambing adalah bersikap yang wajar, jangan hiraukan dan berdoa.

Misteri Leak Gegendu Leak Kuda Berkaki Tiga

 Misteri Leak Gegendu Leak Kuda Berkaki Tiga

Gegendu merupakan ilmu leak tingkat lima, leak jenis ini berwujud hewan berkuku tumpul yang hanya memiliki tiga kaki, satu kaki depan dan dua kaki belakang, terdapat dua macam jenis leak gegendu, yaitu leak Gegendu Kebo yang berwujud kerbau berkaki tiga dan Leak Gegendu jaran berwujud kuda berkaki tiga.

Orang yang bisa berubah wujud menjadi leak gegendu berarti sudah mencapai tahapan menengah dalam pelajari ilmu leak, biasanya orang yang akan berubah menjadi gegendu akan melakukan ritual dengan sarana sesaji yang sudah ditetapkan, pada saat waktu ‘sandikala’ yaitu pada saat hari menjelang malam sekitar pukul 6 petang (mungkin sekarang pindah ke tengah malam), yang bertempatan di kuburan atau tempat sepi.  

Setelah melakukan ritual, orang tersebut akan berjalan menggunakan tongkat, salah satu tangannya dibawa ke belakang punggung seperti posisi istirahat di tempat , istilah Balinya “nyangkling” , kemudian ia berjalan mengitari sesajen sambil membaca doa perubahan wujud dan tertawa, perlahan tubuhnya akan membesar dan ditumbuhi bulu, tangannya yang dibawa ke belakang akan menyatu dengan tubuhnya, tangannya yang memegang tongkat akan berubah menjadi kaki hewan yang berkuku tumpul, wajahnya akan berubah menjadi kepala kuda atau kerbau, dan suara tawanya akan berubah menjadi suara kuda atau kerbau, maka ia sudah berubah menjadi Leak Gegendu.

Leak Gegendu sangat jarang dikabarkan menyakiti orang, jika ada, paling tidak hanya menakut-nakuti saja, karena wujudnya yang aneh dan cukup menyeramkan, siapa yang melihat pasti akan takut, leak jenis ini juga memiliki kemampuan seperti hewan yang ditiru, seperti leak gegendu kebo mempunyai kemampuan menyeruduk lawannya seperti kerbau dan leak gegendu jaran bisa menendang dan menginjak lawannya seperti kuda.

Menurut penuturan orang yang pernah melihat langsung leak gegendu, leak ini bisa berukuran sangat besar, tingginya setara dengan rumah, namun ada yang mengatakan leak gegendu hanya berukuran sama dengan kerbau dan kuda biasa, mungkin leak gegendu berukuran raksasa adalah perwujudan orang yang sudah berilmu tinggi.

Kisah Bertemu Leak Gegendu di Perempatan

Kisah Bertemu Leak Gegendu di Perempatan

Ini adalah kisah yang dituturkan oleh seorang pemuda yang bernama Kadek B (inisial) tentang pengalaman menakutkannya yang terjadi sekitar tahun 2003 atau 2004 yang lalu.

Suatu hari Kadek ada acara ke rumah temannya dan baru pulang jam 1 dini hari, ia pulang melalui Jalan Nangka ke utara sampai daerah Peguyangan Kaja, di dekat perempatan dekat SMA 8 Denpasar, dimana saat itu jalan tersebut masih dikelilingi area persawahan. Saat itu jalan disana masih sangat sepi, jam 9 malam daerah disana sudah sepi, lampu jalan juga sedikit dan tidak terlalu terang.

Kadek B pulang dengan mengendarai motor dengan lampu remang-remang yang menyorot ke depan, dirasakannya hawa dingin tapi tak ada angin yang berhembus, suasana sangat sunyi, hanya terdengar suara motor Kadek B saja. Saat sampai di perempatan Banjar Cabe, Darmasaba, ia tak sengaja melihat sesosok makhluk seperti kuda tapi berwarna hijau tua, ukurannya juga jauh lebih besar dari ukuran kuda biasanya, terlihat sangat jelas makhluk tersebut hanya memiliki satu buah kaki di depannya saja, sedangkan tubuh bagian belakang kurang jelas karena cahaya lampu motor remang dan dalam keadaan berjalan, makhluk itu yang disebut Leak Gegendu Jaran, leak berwujud kuda berkaki tiga.

Si leak hanya terdiam sambil mengangguk-nganggukan kepalanya, saat itu Kadek B berjarak hanya 5 meter dari si leak, seketika 8a merasa shock, tidak bisa bicara, dan tubuhnya kaku, namun ia bisa menjalankan motornya perlahan, si leak gegendu tidak menghiraukan Kadek B yang lewat di depannya, sehingga Kadek B bisa melanjutkan perjalanannya, setelah lewat 200 meteran baru ia sadar bahwa itu bukan kuda biasa.

Setelah berada jauh , Kadek B me me-sms teman-temannya untuk diajak mengecek perempatan di Banjar Cabe tersebut , karena Kadek B belum merasa yakin dengan makhluk yang baru saja melihatnya. Tapi tidak ada satupun temannya yang berani , karena mereka sudah memastikan makhluk itu bukan kuda biasa, tetapi kuda jadi-jadian alias orang yang sedang menjalankan ilmu leak dan telah berubah menjadi leak gegendu jaran.

Cara Melihat Pertemuan Para Leak

 Cara Melihat Pertemuan Para Leak

Di Bali para penganut ilmu kanuragan atau ilmu leak biasanya memiliki suatu perguruan rahasia yang terdiri dari seorang guru dan murid atau organisasi, kumpulan para leak yang memiliki pengurus seperti ketua, sekretaris dan lain-lainnya, biasanya yang menjadi ketua adalah yang ilmunya paling tinggi dan yang setiap hari Kajeng Kliwon perkumpulan para leak mengadakan ‘paruman’ yaitu pertemuan atau rapat.

Konon kabarnya  rapat ini membahas tentang hutang berupa tumbal untuk Ida Sesuhunan, tingkatan ilmu pengeleakan yang dikuasai masing-masing anggota, hingga hasil dari pertandingan ilmu gaib dari perkumpulan leak lainnya, semuanya dicatat pada sebuah buku.

Tempat diadakan di tempat-tempat angker dan jarang didatangi orang seperti di bawah pohon besar, di tegalan dekat kuburan, juga di bangunan yang terbengkalai, itu karena pertemuan ini sangat bersifat sangat rahasia. Saat menghadiri rapat, para penekun ilmu leak merubah wujudnya menjadi makhluk seram atau hewan, biasanya para leak berubah wujudnya menjadi monyet, kemudian mereka menggunakan ilmu Aji Lelimunan atau Aji Maya-maya agar tidak dapat dilihat orang.

Dalam rapat tentu ada perdebatan dan usul saran para peserta, bagi orang awam akan terdengar seperti suara monyet atau suara aneh lainnya tetapi wujudnya tidak tampak, jika ingin melihat wujudnya, harus dilakukan dengan telanjang bulat agar tidak terlihat oleh para leak, lalu tutup ubun-ubun dengan tangan, konon hal ini sebagai upaya  mensinergikan hawa tubuh dan hawa tanah. Penyatuan ini membuat energi astral yang terdiri dari unsur Panca Maha Butha terbuka.

Ketika energi astral sudah terbuka, ia akan merambat dari tulang ekor menembus ke ubun-ubun, agar tidak mendengar, ubun-ubun harus ditutup dengan tangan kiri, dengan demikian, energi akan mengarah ke sela-sela kedua mata sehingga membuka mata batin, inilah yang merespon mata sehingga mampu melihat leak yang sedang rapat. Ada yang mau membuktikan? Mumpung sekarang Kajeng Kliwon.

Misteri Bangke Maong, Mayat Hidup Di Bali

Misteri Bangke Maong, Mayat Hidup Di Bali

Dalam ranah ilmu pengeleakan, ajian leak bangke maong adalah ilmu tingkat atas yang dicapai oleh para penekun ilmu leak, untuk berubah menjadi leak jenis ini membutuhkan kesabaran, ketekunan serta panugrahan dari Ida Sesuhunan. Ajian ini tergolong ilmu ‘Pengiwa’ atau (Leak Ugig) yaitu leak bersifat menakuti dan menyakiti, sama halnya dengan Ajian Cambra Berag dan ajian Pudak Setegal yangpenah saya bahas sebelumnya, tetapi walaupun tergolong leak level tinggi, kesaktian leak ini belum mampu membunuh orang.

Dalam bahasa Bali ‘Bangke Maong’ berarti mayat berbau tengik. Menurut cerita setempat, wujud leak bangke maong berbeda-beda  tergantung orang yang berubah menjadi leak ini, ada yang mengatakan wujud leak bangke maong berwujud mayat terbungkus kain kafan yang kotor dan berjalan loncat-loncat (mirip pocong), atau mayat hidup tubuhnya membusuk dan jalannya terseok-seok (mirip zombie), inginya leak ini berwujud mayat, konon katanya jika dilihat  secara seksama, wajah orang yang berubah menjadi leak ini masih bisa dikenali walau sudah berwujud seperti mayat.

Leak bangke maong sering kali beraksi bersama leak berwujud “Bade” (bangunan pengusung jenazah saat saat upacara ngaben di Bali) yang sama saktinya, biasanya kedua leak ini beraksi di dekat kuburan, saat itu si mayat akan tidur di atas bade, saat ada orang yang liwat ia akan menghirup bau busuk yang sangat menyengat yang saat diikuti, ia akan melihat Bade di dekat kuburan dan merasa heran, kemudian si mayat akan melompat dari bade dan mengejar orang tersebut.

Orang-orang tua di Bali menasehati jika bertemu Leak Bangke Maong, dan batin kita tidak kuat, sebaiknya segera menghindarkan diri agar tidak sampai melihat langsung, karena meski tidak membunuh, efek jika kita melihat langsung bangke maong cukup fatal, yang kita bisa kedaut (terhipnotis), tidak bisa sadarkan diri bahkan bisa menjadi gila, tergantung kekuatan batin kita, apabila batin kita lebih kuat dan yakin terhadap Ida Sanghyang Widhi (Tuhan) maka justru si bangke maong yang akan melarikan diri karena takut ketahuan identitasnya.

Air Terjun Goa Rang Reng

Air Terjun Goa Rang Reng

Jika Anda berencana untuk menjelajahi Gianyar, jangan lupa untuk mengunjungi Air Terjun Goa Rang Reng. Terletak di Banjar Gitgit, Desa Bakbakan, Gianyar. Seperti namanya ada gua dan sumber air yang digunakan oleh penduduk setempat sebagai tempat untuk melukat, ritual pembersihan spiritual bagi umat Hindu Bali. Ini adalah tujuan wisata baru di Gianyar yang harus Anda kunjungi.

Dari area parkir Anda harus berjalan 300 meter untuk menemui air terjun yang indah ini. Tempat ini juga sempurna untuk menghilangkan kepenatan. Bawa teman atau keluarga Anda  untuk menjelajahi dan menghabiskan waktu di air terjun ini. Setelah menghabiskan waktu di air terjun, jangan lupa untuk makan siang di warung babi guling pande egi desa beng, gianyar. Hanya dibutuhkan waktu 3 menit menuju ke selatan dari Air Terjun Goa Rang Reng ke warung babi guling pande egi desa beng.