Merasa Tak Dihargai Semua Perjuangan Ini Oleh Orang Terdekat, Maupun Keluarga



Berusaha untuk menjadi lebih baik dan semangat dalam melakukan hal apapun itu, baik dalam hubungan keluarga, teman, kerja maupun percintaan, tetapi terjebak dengan seseorang yang memberikan luka, jelas membuat kita merasa menderita.

Memang menjadi seorang yang lahir di keluarga besar dan sederhana kebawah membuat saya bersemangat melakukan pekerjaan, bukan satu tapi banyak pekerjaan sampingan yang saya lakukan
agar bisa mendapatkan penghasilan lebih untuk membantu perekonomian keluarga, termasuk pekerjaan rumah, adat, dan bermasyarakat. Namun, semua itu sudah pasti membuat seseorang tak merasa bangga dengan diri saya termasuk keluarga sendiri.

Keinginan yang besar untuk melanjutkan hidup, bekerja ditempat yang jauh agar bisa merubah kehidupan untuk menjadi lebih baik dan membuat ayah dan ibu bangga, namun semua berbeda.

Jauh-jauh pergi merantau dengan tujuan dan tekad untuk merubah nasib, Corona virus datang, baru beberapa hari saya harus pulang dan semua impian sirna. Pulang ke kampung dengan kondisi wabah virus dan tidak membawa apa membuat saya tak dihargai sama sekali oleh orang terdekat maupun keluarga.

Karena virus Corona ini, saya harus mengubur impian besar saya untuk merubah nasib dan perekonomian keluarga. Sedihnya lagi, semua biaya yang dikeluarkan belum bisa balik karena baru tiga bulan berlayar.

Menjadi orang yang yang baik dan mempunyai impian yang besar untuk merubah nasib keluarga, tetapi harus tertunda. Dari sebab itu, saya merasa tak dihargai oleh orang terdekat maupun keluarga sendiri.

No comments:

Post a Comment

Bagaimana Menurut Anda Tulisan Ini, Membantu atau Tidak? Tuliskan Masukan Anda di Kolom Komentar, dibawah!