Musim Panas di Pura Agung Santi Bhuana Belgia

Musim Panas di Pura Santi Bhuana Belgia
Astungkara polih tangkil Meriki, tahun 2019

Proyek pembangunan Pura Agung Santi Bhuana Belgia ini dimulai tahun 2006 dengan mendatangkan arsitek dari Bali. Selama dua tahun lebih bekerja siang dan malam dalam suasana panas berkabut. Untuk menjaga keaslian dan aroma magis keIndonesiaan, batu-batu untuk membangun Pura besar dan seluruh lapisan tempat berjalan berasal dari Indonesia. Sekitar 320 kontainer batu-batu untuk candi ini di impor dari lereng gunung Merapi, Jawa Tengah.

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi komplek Taman Indonesia ini, seperti terhipnotis dan merasakan seperti memang berada di Indonesia di komplek candi Prambanan dan candi Borobudur di Jawa Tengah, ataupun berada di kompleks Pura Besakih di Bali yang Puranya juga terbuat dari batu alam, walaupun sesungguhnya mereka sedang berada di Brugelette Belgia di Pura Agung Santi Bhuana.


Peresmian Pura ini merupakan bagian dari satu rangkaian acara Peresmian Taman Indonesia, yaitu sebuah komplek Taman Indonesia seluas 5 hektar di dalam area Taman Wisata parc paradisio yang seluas 55 hektar. Peresmian acara itu lebih dari 200 umah Hindu yang datang tidak hanya dari Belgia melainkan juga dari negara tetangga juga seperti, Belanda, Jerman, Prancis. Setelah berakhirnya upacara peresmian yang filangsunglan pada hari senin 18 mei 2009.

Selanjutnya adalah umat Hindu Bali yang berdomisili di Belgia pada khususnya yang berdomisili di Eropa untuk terus melestarikan keberadaan Pura ini melalui persembahyangan rutin sehingga spirit dan aura Pura Agung Santi Bhuana ini selalu bersinar.

Alamat Pura : Pairi Daiza, Domaine de Cambron, B-7940 Brugelette (Belgique)

No comments:

Post a Comment

Bagaimana Menurut Anda Tulisan Ini, Membantu atau Tidak? Tuliskan Masukan Anda di Kolom Komentar, dibawah!