Mesothelioma Yaitu Kanker Ganas: Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Mesothelioma Yaitu Kanker Ganas: Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya
Mengenal dengan Mesothelioma, yaitu Kanker ganas yang mematikan. Anda mungkin tau bahwa di Indonesia masih banyak menggunakan genteng asbes dan papan fiber semen (papan GRC) untuk pembangunan rumah dan itu sangat populer digunakan oleh. Namun kebanyakan dari masyarakat tidak mengetahui bahwa dalam pembuatannya kedua material ini menggunakan campuran asbestos yang dapat membahayakan kesehatan.

Asbestos dikenal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah kanker mesothelioma.

Asbestos dikenal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah kanker mesothelioma. Mesothelioma adalah salah satu bentuk kanker yang jarang terjadi dan merupakan salah satu jenis kanker yang agresif. Sesuai dengan namanya, mesothelioma adalah kanker yang terbentuk pada lapisan mesothel. Lapisan mesothel adalah lapisan yang melapisi jantung, paru-paru, dan perut. Oleh karena itu, mesothelioma adalah kanker yang berkembang pada dinding paru-paru, perut, atau jantung.

Banyak kasus terjadinya mesothelioma berhubungan dengan paparan asbestos. Hingga saat ini, mesothelioma belum memiliki pengobatan yang efektif dan memiliki prognosis yang sangat buruk.
Menurut laporan 2017 oleh Centers for Disease Control, ada 2.400-2.800 orang didiagnosis dengan mesothelioma di Amerika Serikat setiap tahunnya. Orang-orang yang pernah bekerja dengan atau terpapar asbes memiliki risiko tertinggi menderita mesothelioma.

Setelah terkena asbestos, gejala mesothelioma bisa memakan waktu 20-50 tahun untuk muncul dan berkembang.

Jenis-jenis Mesothelioma berdasarkan gejala dan lokasi pada tubuh

Seperti yang telah diulas sebelumnya, mesothelioma terjadi pada lapisan mesothel, maka dari itu di manapun lapisan mesothel berada, maka mesothelioma dapat terjadi. Ada 4 lokasi biasanya mesothelioma terjadi, yaitu:

Pleural Mesothelioma (Paru-paru) Mesothelioma pleura berkembang di dinding paru-paru (dikenal sebagai pleura) dan merupakan bentuk paling umum dari penyakit ini. Mesothelioma pleura menyumbang sekitar 80% kasus baru.

Mesothelioma pleura sulit didiagnosis. Pada tahap awal penyakit, gejala cenderung ringan, sedangkan pada tahap selanjutnya (tahap 3 atau tahap 4) gejala dapat memburuk secara signifikan. Sayangnya, karena telat terdeteksi, mesothelioma biasanya memiliki prognosis yang buruk.

Sehingga kebanyakan pasien hidup kurang dari 17 bulan sejak gejala pertama mereka muncul.

Peritoneal Mesothelioma (Abdomen) Mesothelioma peritoneal berasal dari lapisan perut. Sering menyebar ke organ perut, termasuk hati, limpa, dan usus. Nyeri perut yang parah adalah gejala yang paling umum, diikuti oleh ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penumpukan cairan (ascites).

Meskipun prognosis untuk mesothelioma peritoneal buruk, tetapi beberapa tahun terakhir harapan kesembuhan sedikit meningkat, sebagian besar karena perawatan baru seperti kemoterapi intraperitoneal hipertermis (HIPEC). Walaupun hasilnya bervariasi dari pasien ke pasien lainnya.

Pericardial Mesothelioma (Jantung) Mesothelioma perikardial, yang berasal dari lapisan rongga jantung (perikardium), jarang terjadi. Terhitung kurang dari 1% dari semua kasus mesothelioma. Ketika kanker langka ini berkembang, jantung tidak dapat bekerja dengan baik sehingga fungsinya dalam mengirim oksigen ke seluruh tubuh berkurang dan menyebabkan berbagai masalah perfusi lainnya.

Gejala paling umum mesothelioma perikardial menyerupai serangan jantung, termasuk nyeri di dada dan sesak napas. Dalam banyak kasus, mesothelioma perikardial tidak terdiagnosis sampai autopsi dilakukan.

Testis Mesothelioma

Mesothelioma testis adalah bentuk penyakit yang sangat langka, kurang dari 100 kasus telah didiagnosis di seluruh dunia. Karena ada begitu sedikit insiden dari jenis mesothelioma ini, hanya sedikit yang mengerti tentang perkembangannya, dan tidak ada pengobatan standar yang tersedia.

Faktor risiko apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya Mesothelioma ganas?

Selain paparan dari asbestos, kebiasaan merokok dilaporkan memiliki hubungan dengan terjadinya mesothelioma. Walaupun merokok tidak memiliki hubungan kausal langsung dengan mesothelioma, merokok adalah faktor signifikan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit ini.

Faktor sekunder lain yang kurang umum antara lain paparan radiasi, zeolit, virus simian 40 (SV40), dan erionit.

Gejala Mesothelioma, Gejala-gejala yang sering ditimbulkan oleh para penderita mesothelioma adalah sebagai berikut:
  • Batuk dan rasa nyeri
  • Demam keringat terutama pada malam hari
  • Sesak napas Penurunan berat badan
  • Adanya pembengkakan pada ujung jari
  • Sakit dada
  • Adanya benjolan pada permukaan bawah dada
  • Nyeri bagian perut
  • Diare Konstipasi
  • Benjolan di area perut

Diagnosis Mesothelioma

Karena mesothelioma memiliki harapan sembuh yang buruk, maka para ahli lebih memikirkan cara bagaimana mesothelioma dapat dideteksi sejak dini, karena penanganan mesothelioma pada tahap awal lebih baik dibandingkan dengan tahap lanjutan.

Dalam kebanyakan kasus, spesialis kanker akan mendiagnosis mesothelioma dengan pengujian pertama untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyebabkan gejala.

Dokter akan bertanya tentang riwayat apakah Anda memiliki penyakit terdahulu seperti hipertensi, TBC atau penyakit lainnya. Selain itu, dokter juga akan mencari tahu riwayat paparan dengan asbestos.

Dari hal tersebut, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes, seperti: Pemindaian pencitraan (CT scan, rontgen, MRI) Tes darah PET - untuk mendapatkan gambaran detail dari jaringan yang dicurigai terdapat sel kanker.

Jika tes awal ini menunjukkan potensi untuk mesothelioma, biopsi akan dilakukan. Prosedur biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tubuh secara langsung. Biopsi adalah satu-satunya tes yang dapat secara positif mengkonfirmasi diagnosis mesothelioma.

Pengobatan Mesothelioma Setelah seorang individu telah didiagnosis oleh dokter mesothelioma yang memenuhi syarat, langkah selanjutnya adalah mendiskusikan pilihan pengobatan mesothelioma dan untuk mengembangkan rencana perawatan.

Penelitian ilmiah terbaru telah menghasilkan terobosan signifikan berkaitan dengan protokol pengobatan untuk pasien mesothelioma sehingga lebih banyak pilihan yang tersedia untuk mengatasi mesothelioma dan mendukung peningkatan kualitas hidup.

Pasien mesothelioma yang baru didiagnosis sering memiliki banyak pertanyaan kepada dokter tentang pilihan pengobatan yang paling efektif untuk mereka.

Pilihan pengobatan konvensional untuk mesothelioma adalah melalui operasi, radiasi, dan kemoterapi. Baru-baru ini, obat kemoterapi termasuk Alimta® dan Cisplatin telah menunjukkan hasil yang menjanjikan pada beberapa pasien.

Tindakan pembedahan akan dilakukan apabila mesothelioma masih berada pada stadium awal. Beberapa pilihan tindakan yang sering direkomendasikan adalah:

Pengangkatan sel kanker dari tubuh penderita.

Dengan menyedot cairan akibat penumpukan cairan di area dada yang dapat mengganggu pernapasan. Pengangkatan jaringan di sekitar rongga perut, tulang rusuk, atau paru yang terkena sel kanker.

Pengangkatan bagian organ paru yang terkena dan jaringan di sekitarnya. Harapan hidup untuk pasien mesothelioma buruk, karena tidak ada obat untuk penyakit ini. Stadium penyakit, tipe sel, dan lokasi tumor merupakan faktor terpenting untuk kelangsungan hidup pasien.


Faktor-faktor seperti kesehatan secara keseluruhan dari masing-masing pasien, usia, dan apakah kanker telah menyebar juga berdampak pada prognosis.

No comments:

Post a Comment

Bagaimana Menurut Anda Tulisan Ini, Membantu atau Tidak? Tuliskan Masukan Anda di Kolom Komentar, dibawah!