Perayaan Hari Raya Galungan, Mari Coba Mengulik Sisi Religius Warga Hindu Bali

 Hari Raya Galungan, Mari Coba Mengulik Sisi Religius Warga Hindu Bali
Perayaan Hari Raya Galungan menjadi satu dari beragam jenis hari raya yang dirayakan umat Hindu di Bali. Dalam perayaan ini, masyarakat Hindu Bali melakukan berbagai aktivitas yang spesial dan mereka lakukan secara khusus.

Perayaan Hari Raya Galungan merupakan sebuah perayaan hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan), yaitu kemenangan kebenaran lewat restu dari Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa.

Perayaan Hari Raya Galungan ini akan dirayakan oleh umat Hindu setiap 210 hari, menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu di hari Budha Kliwon Dungulan ( Rabu Kliwon wuku Dungulan). Dan perayaannya dilaksanakan selama 10 hari berturut-turut.


Tahun ini, Hari Raya Galungan akan dilaksanakan tak lama lagi. Pada 1 November, Hari Suci Galungan dilaksanakan. Anda yang ingin ikut melihat kemeriahan Hari Galungan dapat berkunjung ke Karangasem, Bali.

Arti Perayaan Hari Raya Galungan

Galungan sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki arti ‘menang’. Dan juga kata Galungan memiliki makna yang serupa dengan Dungulan yang berarti menang. Selain merupakan sebuah perayaan hari kemenangan, perayaan Hari Galungan ini juga memperingati terciptanya alam semesta jagad raya beserta isinya.

Pada perayaan Hari Galungan umat Hindu akan menuju ke pura-pura yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Masyarakat Bali yang beragama Hindu akan mengenakan pakaian adat dengan didominasi oleh warna putih. Para perempuan akan membawa sesaji di kepala mereka. Bagi umat Hindu yang memiliki anggota keluraga berstatus mapendem atau dikubur atau biasnya istilah di Bali yaitu Makingsan di Pertiwi, maka umat tersebut harus membawakan benten ke kuburan.


Keindahan Penjor Menghiasi Jalanan Menyambut Perayaan Hari Raya Galungan

Saat perayaan Hari Raya Galungan anda yang sedang liburan di Bali pasti akan banyak menemui hiasan penjor di pinggir jalanan yang ada di Bali. Penjor sendiri merupakan sebuah tiang bambu yang menjulang dengan tinggi sekitar delapan meter dan akan dilengkapi dengan janur dan hiasan dari hasil bumi seperti, buah-buahan, padi, jagung, kelapa, daun-daunan dan lainnya.

Bentuk dari penjor ini selain panjang juga melengkung. Memasang penjor sendiri memiliki makna sebagai rasa terima kasih atas kemakmuran dan kesejahteraan yang telah diberikan oleh Hyang Widhi Wasa. Akhir dari Perayaan Hari Raya Galungan ialah Hari Kuningan. Hari Galungan sendiri dipercaya hari dimana para dewa turun ke bumi dan Hari Kuningan ialah hari dimana para dewa kembali ke khayangan. Sehingga momen ini tak akan dilewatkan oleh masyarakat Bali meskipun sedang berada di luar Bali.

Perayaan hari Galungan ini akan berlangsung dengan meriah. Selain itu perayaan ini akan diadakan secara terbuka. Jadi bagi anda yang sedang liburan dan bertepatan dengan perayaan hari Galungan, anda dapat melihat upacara tersebut.

Anda dapat menjadikan perayaan tersebut sebagai objek pemotretan. Barisan masyarakat Hindu di Bali yang sedang berjalan membawa sesaji di atas kepala mereka dapat menjadi pemandangan yang unik dan menyenangkan.

Jadi selain sebagai sebuah ritual kegamaan, perayaan hari Galungan ini juga dapat menjadi sebuah pemandangan yang menarik. Keunikan perayaannya dapat membuat para wisatawan tertarik dan penasaran untuk melihat. Sehingga Bali tidak hanya diminati karena keindahan lamnya saja, melainkan juga karena kebudayaan dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Bali.

Tulisan kintamani id

No comments:

Post a Comment

Bagaimana Menurut Anda Tulisan Ini, Membantu atau Tidak? Tuliskan Masukan Anda di Kolom Komentar, dibawah!