Makna Sesajen Canang Sari dan Bahan Pembuatannya

Bagi masyarakat Bali, sesajen merupakan sebuah tradisi yang lumrah dan masif. Tak heran jika saat berkunjung ke Bali maka anda bisa menemukan berbagai jenis sesajen yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Dari berbagai jenis sesajen tersebut salah satunya adalah Canang sari. Dimana jenis sesajen ini dianggap sebagai sesajen dengan kuantitas yang paling kecil dibandingkan sesajen lainnya. Meskipun begitu, peran sesajen ini sangatlah penting bahkan sesajen ini merupakan bentuk persembahan yang harus ada dalam setiap persembahyangan umat Hindu di Bali. Biasanya sesajen ini ditempatkan di depan hotel, rumah maupun bangunan lainnya.

Makna Canang Sari

Sesajen yang satu ini memang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Hindu di Bali. Karena memiliki peran yang sangat penting maka sesajen ini mempunyai makna tersendiri bagi umat Hindu. Sesajen yang berkuantitas paling kecil ini ternyata merupakan bentuk rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Pada waktu yang sama, persembahan ini juga merupakan wujud pengorbanan diri sendiri. Dalam pembuatan sesajen ini tidak hanya mengorbankan materi saja melainkan juga waktu.

Dibalik perannya yang begitu penting dalam persembahyangan umat Hindu di Bali maka tak heran jika masyarakat menganggap pembuatan jenis sesajen ini merupakan keterampilan yang harus dikuasai. Sehingga biasanya sebagian besar wanita di Bali memiliki keterampilan untuk membuat canang maupun jenis-jenis canang lainnya.

Bahan Canang Sari

Dalam pembuatan sesajen canang ini maka terdapat 6 jenis bahan yang harus ada dan digunakan dalam pembuatan sesajen. Adapun bahan-bahan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Daun Janur Setiap pembuatan sesajen canang yang mempunyai alas yang dibuat dari daun janur. Daun janur harus dibentuk model segi empat atau ceper sebagai representasi simbil dari kekuatan bulan atau Ardha Candra. Porosan Tidak hanya ceper, dalam pembuatan sesajen ini anda juga akan menemukan porosan yang tak lain adalah bahan-bahan di atas ceper. Porosan tersebut terbuat dari beberapa jenis bahan seperti daun janur, pinang, sirih maupun kapur. Dimana bahan-bahan ini adalah simbol dari Tridharma Hindu Bali yaitu Dewa Brahma, Dewa Siwa dan Dewa Wisnu. 
  2. Irisan Tebu, Pisang serta Kue Khas Bali Dalam sesajen canang biasanya juga terdapat irisan tebu, kue khas Bali atau jajan khas Bali dan pisang yang memang harus ada. Dimana bahan-bahan ini adalahg simbol Wisma Ongkara. 
  3. Sampaian Urasari Bahan ini wajib ada dalam sesajen dengan bentuknya yang bulat dan dijadikan sebagai tempat menaruh bunga. 
  4. Bunga Segar dan Harum Bunga yang segar dan harum juga wajib ada dalam sesajen canang ini. Pastinya anda tidak akan menjumpai bunga yang layu atau bunga plastik dalam sesajen canang di Bali. Penggunaan bunga yang segar dan harum ini merupakan bukti ketulusan dan kesucian yang dilakukan masyarakat Hindu Bali. 
  5. Bunga Rampai Bunga rampai biasanya ditempatkan pada bagian atas susunan bunga. Adanya bunga ini merupakan simbol dari kebijaksanaan yang harus ada dalam sesajen canang.


Demikianlah penjelasan mengenai makna sesajen canang sari dan bahan pembuatannya.

Silakan Tonton Juga Video Cara Membuat Canang Sari di Bawah Ini

Melalui penjelasan di atas tentu kini anda bisa semakin memahami jenis sesajen canang dalam agama Hindu Bali. Meskipun merupakan jenis sesajen yang paling sederhana namun sesajen ini tetap sangat penting dan harus selalu ada dalam persembahyangan. Jadi tidaklah heran jika sesajen canang memang bisa anda temukan secara mudah di berbagai lokasi di Bali termasuk tempat persembahyangan umat Hindu.

No comments:

Post a Comment

Bagaimana Menurut Anda Tulisan Ini, Membantu atau Tidak? Tuliskan Masukan Anda di Kolom Komentar, dibawah!